PROBOLINGGO,- Sapi milik peternak asal Kota Probolinggo terpilih menjadi hewan kurban Presiden, Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 2026. Sapi jenis Simmental bernama “Bagong” itu memiliki bobot mencapai 915 kilogram.
Bagong merupakan sapi milik Ikhwan Efendi, warga Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih. Hewan ternak berukuran jumbo tersebut rencananya akan disalurkan sebagai hewan kurban di Masjid Raudlah Wonoasih.
Ikhwan mengaku, perawatan sapi dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kualitas pakan. Ia memilih kombinasi pakan alami agar pertumbuhan bobot tetap maksimal tanpa mengganggu kesehatan ternak.
“Untuk menjaga pertumbuhan bobot sapi, saya memberikan pakan berupa ampas tempe, rumput odot serta singkong untuk menjaga karbohidrat dan kesehatan tulangnya,” katanya.
Menurutnya, penggunaan singkong dilakukan sebagai pengganti pakan konsentrat. Cara itu dipilih untuk menjaga kekuatan tulang sekaligus kondisi fisik sapi tetap prima.
Selain memiliki ukuran besar, Bagong juga dikenal aktif dan sehat karena mendapat perawatan intensif sejak kecil. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor sapi itu lolos seleksi hewan kurban presiden.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan sebelumnya mengusulkan sejumlah sapi terbaik milik peternak lokal.
“Jadi kita melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Probolinggo memang mengusulkan dari peternak-peternak di Kota Probolinggo kepada Presiden untuk menjadi bagian dari hewan kurban daerah yang dipilih,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penentuan hewan kurban dilakukan melalui seleksi ketat. Penilaian meliputi kondisi kesehatan sapi, ukuran tubuh, bobot hingga usia ternak.
“Dalam proses seleksi, sejumlah aspek menjadi penilaian utama, mulai dari kesehatan sapi, tinggi badan, panjang badan, berat badan, hingga usia sapi,” jelasnya.
Terpilihnya Bagong menjadi hewan kurban Presiden RI menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Probolinggo, sekaligus membuktikan kualitas peternakan lokal mampu bersaing di tingkat nasional.***














