banner 728x90
Nasional

Menlu RI Kecam Israel usai Cegat Kapal Kemanusiaan, 9 WNI Pulang Selamat

×

Menlu RI Kecam Israel usai Cegat Kapal Kemanusiaan, 9 WNI Pulang Selamat

Sebarkan artikel ini
Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut kedatangan sembilan WNI peserta kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sempat ditahan Israel./ Foto: Kemlu

JAKARTA,- Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengecam keras tindakan Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional.

Pemerintah juga menyoroti perlakuan terhadap para relawan sipil, termasuk sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Ia menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional dan hukum humaniter.

“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” kata Sugiono.

Menlu menegaskan Indonesia mengecam perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan selama menjalani penahanan oleh militer Israel.

Sugiono juga memastikan sembilan WNI peserta misi GSF 2.0 telah kembali ke Indonesia dalam kondisi selamat. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pendampingan sejak awal penahanan hingga proses pemulangan.

“Sembilan saudara kita telah tiba dengan selamat di tanah air,” ujarnya.

Menurut Sugiono, pembebasan para WNI merupakan hasil koordinasi intensif lintas negara. Upaya diplomasi dilakukan melalui Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI bersama sejumlah perwakilan Indonesia di Timur Tengah dan Eropa.

Proses itu melibatkan KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma. Pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan otoritas Turkiye, Yordania, dan Mesir.

Sugiono menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat yang membantu penjemputan WNI dari Ashdod, Israel.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfattah A.K. Al-Sattari, menyebut sembilan WNI tersebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sebelumnya, kapal misi kemanusiaan GSF 2.0 dicegat militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 18 Mei 2026. Sembilan WNI yang berada di kapal kemudian sempat ditahan di Ashdod.

Setelah proses diplomasi dan langkah kekonsuleran, para WNI dibebaskan pada 21 Mei 2026. Mereka sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turkiye, sebelum dipulangkan ke Indonesia.***