JAKARTA,- Pemerintah terus mematangkan pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung sepanjang 32 kilometer. Proyek strategis nasional itu diproyeksikan mempercepat konektivitas Bogor dan Tangerang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut proses perencanaan teknis saat ini terus dipercepat. Hingga pertengahan 2026, progres penyusunan desain dan tahapan teknis proyek telah mendekati 80 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan seluruh proses perencanaan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Setelah itu, proyek akan masuk ke tahapan lanjutan menuju konstruksi.
“Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis dengan capaian mendekati 80 persen. Kami terus melakukan percepatan agar seluruh tahapan perencanaan klir tahun ini,” ujar Dody di Jakarta, dikutip Senin (25/5/2026).
Pembangunan tol tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp12,35 triliun. Pendanaannya menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa menggunakan APBN.
Proyek ini akan dikerjakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras. Konsorsium itu terdiri dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra.
Secara teknis, ruas tol dibagi menjadi empat seksi. Seksi I menghubungkan Salabenda-Pondok Udik sepanjang 3,97 km.
Kemudian Seksi II menghubungkan Pondok Udik-Putat Nutug sepanjang 9,27 km. Selanjutnya Seksi III membentang dari Putat Nutug-Rumpin sepanjang 8,23 km.
Sementara Seksi IV menghubungkan Rumpin-Serpong sepanjang 10,56 km. Jalur ini juga akan dilengkapi Junction Salabenda dan Junction Serpong.
Selain itu, pemerintah menyiapkan tiga simpang susun di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung akses kendaraan dan konektivitas antarwilayah.
Kementerian PU menegaskan pembangunan jalan tol wajib memenuhi standar keselamatan dan pelayanan. Mulai dari aspek geometrik jalan hingga Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
Kehadiran tol Serpong-Bogor via Parung diharapkan mampu mengurangi kepadatan jalur arteri. Proyek ini juga diyakini mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Parung dan sekitarnya.***












