banner 728x90
News

Skema Murur Diterapkan, Jemaah Lansia Langsung ke Mina Tanpa Mabit di Muzdalifah

×

Skema Murur Diterapkan, Jemaah Lansia Langsung ke Mina Tanpa Mabit di Muzdalifah

Sebarkan artikel ini
Jemaah haji saat bermalam di muzdalifah./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema murur jelang puncak ibadah haji di Armuzna. Skema ini difokuskan bagi jemaah risiko tinggi, lansia, dan pendamping.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan kebijakan ini untuk mengurai kepadatan di Muzdalifah. Selain itu juga demi menjaga kesehatan jemaah rentan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Jemaah kategori murur akan langsung diberangkatkan dari Arafah ke Mina usai wukuf. Mereka tidak perlu turun maupun bermalam di Muzdalifah.

“Jadi tidak harus menunggu tengah malam untuk melanjutkan perjalanan,” ujar Puji di Makkah, dikutip Senin (18/5/2026).

Sementara itu, jemaah dalam kondisi sehat tetap menjalani mabit di Muzdalifah. Setelah itu, mereka diberangkatkan ke Mina sesuai jadwal.

Saat ini, PPIH masih mematangkan teknis pelaksanaan. Termasuk pembagian jemaah dan SOP murur serta tanazul.

Koordinasi dilakukan dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga KBIHU. Semua pihak dilibatkan untuk memastikan kelancaran.

Puji menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas. Hal ini untuk menghindari masalah seperti musim haji sebelumnya.

PPIH juga menyiagakan petugas lebih awal di Arafah dan Mina. Mereka membantu jemaah agar tidak tersesat dan tepat menempati tenda.

Sebagian petugas bahkan difokuskan untuk pelayanan di Mina. Mereka dipilih dari tenaga berpengalaman.

Selain itu, layanan safari wukuf tetap disiapkan. Program ini diperuntukkan bagi lansia dan jemaah disabilitas.

Jumlah peserta safari wukuf diperkirakan 300 hingga 400 orang. Seleksi dilakukan ketat berdasarkan kondisi kesehatan.

Menjelang puncak haji, jemaah diminta menjaga stamina. Aktivitas berat sebaiknya dikurangi sebelum wukuf. “Haji itu puncaknya di Arafah,” pungkas Puji.***