PROBOLINGGO,- Pemkab Probolinggo, akhirnya membuka akses baru sebagai jalur alternatif agar jalur di Kecamatan Tiris-Krucil yang lumpuh akibat longsor pasca hujan pada akhir Februari lalu, lekas normal kembali.
Kendala sempat muncul karena trase atau jalur baru yang direncanakan melintasi lahan milik warga. Selain persoalan pembebasan lahan, pembangunan jalan dengan menggunakan APBD juga harus melalui prosedur administratif yang cukup panjang.
“Saya berkoordinasi dengan kepala Dinas PUPR setempat. Hasilnya, disampaikan kepada saya bahwa pembangunan jalur prosesnya panjang jika menggunakan anggaran pemerintah sementara akses warga ini menjadi kebutuhan mendesak,” kata tokoh masyarakat setempat, H. Abdurrahman, Minggu (10/5/25).
Tidak ingin mobilitas warga dibayang-bayangi ketidakpastian, H. Abdurrahman mengadukan hal itu kepada Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, lewat layanan pengaduan ‘Hallo SAE’ dengan nomor WhatsApp 082131001001.
“Atas petunjuk dan sumbangan awal dari pak bupati, kami di Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo, akhirnya sepakat patungan untuk biaya pembebasan lahan,” ujar pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini.
Harga lahan yang dibebaskan, menurut H. Abdurrahman, senilai Rp150 juta. Lahan diketahui milik tiga orang, masing-masing H. Untung, Sukmo dan Ahmad, warga Dusun Kedungkokap, Desa Segaran.
“Itu sudah murah karena harga awal tidak seterjangkau itu. Namun kami lobi dan berikan pemahaman bahwa lahan itu dibutuhkan oleh masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi sehingga pemilik lahan akhirnya memahami,” tuturnya.
Saat ini, sambungnya, pembebasan lahan sudah tuntas dilakukan. “Sudah dibayar, pengeprasan lahan untuk jalur alternatif juga sudah dilakukan sejak hari Jum’at kemarin,” tandasnya.
Solusi Tepat
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra menyebut, swadaya tokoh masyarakat merupakan langkah tepat untuk mempercepat pemulihan akses warga.
Sebab menurut Hengki, jika menunggu dana APBD, prosesnya masih sangat panjang. “Paling cepat, pengerjaan baru bisa dilakukan Februari tahun 2027,” terang Hengki.
“Bayangkan, berapa kerugian immaterial warga yang tidak bisa beraktifitas karena aksesnya tidak bisa dilewati. Oleh karenanya, saya tawarkan barangkali ada pihak-pihak yang sukarela membantu membiayai pembebasan lahan agar jalur alternatif bisa segera dibangun,” lanjutnya.
Hengki juga menjelaskan, jalan alternatif yang dibangun, panjangnya 30 sampai 40 meter dan lebar 4 meter, yang berada di sisi kiri dari arah utara atau timur jalan utama.
“Geometri badan jalannya itu bergeser sekitar dua meter ke arah yang baru sehingga harapannya tahun depan nilai fisiknya juga tidak terlalu mahal,” katanya.
Saat ini, pengerjaan fisik berupa pengeprasan bahu tanah sudah dilakukan dengan target penyelesaikan sekitar 3 pekan ke depan atau awal Juni 2026.
“Namun mohon maaf, yang kami perbolehkan melintas nanti hanya kendaraan bermotor, pikap dan mobil pribadi. Truk, apalagi yang memuat kayu, tidak boleh melintas,” sampainya.
Seperti diketahui, akses Tiris-Krucil tepatnya di Dusun Kedungkokap RT/02 RW/03 Desa Segaran, Kecamatan Tiris, longsor pasca hujan deras mengguyur kawasan itu, Senin (23/2/26) lalu.
Peristiwa ini membuat lalu lintas kendaraan roda empat terhenti. Jalur hanya dapat dilalui sepeda motor karena sebagian badan jalan amblas hingga menyisakan separuhnya.***













