banner 728x90
Daerah

Siswa SMK Kesehatan Sunan Kalijaga Praktik Langsung Layani Warga Probolinggo

×

Siswa SMK Kesehatan Sunan Kalijaga Praktik Langsung Layani Warga Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Puluhan siswa kelas 12 SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Banyuanyar praktik langsung ke masyarakat./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Puluhan siswa kelas 12 SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Banyuanyar Tengah, resmi menerjunkan diri dalam program Pengabdian Masyarakat di Desa Blado Wetan, Kamis (7/5/2026) pagi.

Bukan sekadar kunjungan biasa, kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis dengan Posyandu desa setempat. Di bawah pengawasan dua guru pendamping, para siswa mempraktikkan kemahiran medis mereka dalam melayani ibu dan anak.

Bukan Sekadar Teori

Kepala SMK Kesehatan Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa kurikulum sekolah harus mampu menjawab kebutuhan publik. Menurutnya, terjun ke lapangan adalah cara terbaik untuk mengasah kematangan siswa.

“Jurusan kita adalah kesehatan, maka praktiknya harus menyentuh nadi masyarakat. Ini adalah implementasi teori yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Kami ingin mereka tidak kaget saat nanti benar-benar bekerja di tengah masyarakat,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlibat aktif dalam: Validasi data observasi kesehatan lingkungan, Skrining kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah, Pemantauan tumbuh kembang balita melalui pengukuran dan penimbangan berat badan.

Pihak sekolah berkomitmen menjadikan agenda ini sebagai program berkesinambungan. Tujuannya jelas: agar siswa memahami realita dunia kesehatan di tingkat akar rumput sebelum mereka lulus.

Ke depannya, diharapkan lulusan SMK Kesehatan Sunan Kalijaga tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Fika Irrohmania, siswi kelas 12 yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa bekal materi di kelas sangat relevan dengan apa yang ditemuinya di Posyandu Blado Wetan.

“Kami sudah mendalami materi tentang pertumbuhan anak dan teknis pelayanan Posyandu di sekolah. Begitu turun ke lapangan, kami sudah siap secara teknis. Rasanya sangat memuaskan bisa mengaplikasikan ilmu langsung ke warga,” ujar Fika.

Ia pun menitipkan pesan agar program ini tidak berhenti pada angkatannya saja. “Harapannya ini terus berlanjut. Bagi saya pribadi, ini pengalaman yang sangat berkesan sebagai bekal sebelum lulus nanti,” tambahnya.***