PROBOLINGGO,- Pemerintah Kota Probolinggo terus memacu masuknya investasi dengan menggelar Forum Investasi Strategis bertajuk “Sinergi Global Probolinggo Bersolek Menuju Kota Logistik”.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa forum ini menjadi langkah awal memperkenalkan potensi daerah kepada investor.
Ia menyebut, Pemkot menargetkan Probolinggo sebagai kota logistik yang tangguh dalam visi pembangunan 2025-2045.
“Kami berkomitmen mewujudkan Probolinggo sebagai kota logistik yang maju, tangguh, dan berkelanjutan sesuai arah pembangunan jangka panjang daerah,” ujar Aminuddin.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkot telah menyiapkan sejumlah kawasan strategis. Salah satunya kawasan industri seluas sekitar 321 hektare, serta rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bertajuk Kota Ekonomi Terpadu Bromo.
Aminuddin menegaskan, pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh kepada investor. Kemudahan perizinan dan kepastian investasi menjadi perhatian utama.
“Kami memberikan kemudahan perizinan serta menjamin iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para investor,” tegasnya.
Meski demikian, ia menyebut kerja sama masih dalam tahap penjajakan awal. Pemkot akan memfasilitasi proses lanjutan agar investasi bisa segera terealisasi.
“Kerja sama ini masih tahap awal. Ke depan akan dilanjutkan dengan studi kelayakan, dan kami siap mendukung agar investasi ini benar-benar terwujud dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah investor menunjukkan minat terhadap berbagai sektor unggulan. Mulai dari pertanian, energi, hingga pengembangan logistik.
Salah satu investor asal Tiongkok bahkan menilai kondisi lahan di Probolinggo sangat potensial untuk pengembangan pertanian modern berbasis teknologi.
Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka pada sektor energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta industri pengolahan hasil pertanian dan pergudangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo, Widowati, menyampaikan bahwa forum ini merupakan tahap awal penjajakan kerja sama investasi.
“Forum ini bertujuan meningkatkan investasi daerah, memperkuat daya saing Kota Probolinggo sebagai tujuan investasi dan pariwisata, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai kalangan, termasuk investor dalam dan luar negeri. Pendanaannya bersumber dari APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2026.
Forum ini menjadi bagian dari langkah konkret Pemkot dalam mendorong percepatan pengembangan KEK dan menjadikan Probolinggo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tapal kuda.***













