banner 728x90
Islami

Masuk Pintu Masjidil Haram, Jemaah Haji dan Umrah Wajib Hafal Doa Ini

×

Masuk Pintu Masjidil Haram, Jemaah Haji dan Umrah Wajib Hafal Doa Ini

Sebarkan artikel ini
Pintu Masjidil Haram, atau Masjid al-Haram./ Foto: Istimewa

BOLINGGODOTCO,- Masjidil Haram, atau Masjid al-Haram, merupakan masjid terbesar dan paling suci di dunia yang terletak di jantung Kota Makkah. Di sinilah berdiri Ka’bah, kiblat seluruh umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Setiap detik, jutaan hati seseorang pasti tertuju ke arah masjid ini, baik dalam salat lima waktu, dzikir dan doa, maupun harapan untuk bisa menjejakkan kaki di tanah suci tersebut.

Dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan, umat Islam untuk melakukan perjalanan ibadah ke tiga masjid utama diantaranya Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.

Dalam hadits sahih Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

“Seseorang tidak boleh melakukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.”

(HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud).

Keistimewaan Masjidil Haram tidak berhenti di situ. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pahala salat di dalamnya berlipat ganda hingga seratus ribu kali dibandingkan salat di masjid lain. Dalam sabda beliau yang artinya:

“Salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat dibandingkan salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Karena salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Betapa besar kasih sayang Allah kepada hambanya yang datang ke Masjidil Haram dengan niat suci. Setiap langkah menuju masjid ini menjadi ladang pahala, setiap pandangan ke arah Ka’bah menjadi penghapus dosa, dan setiap sujud di sana adalah bukti ketundukan sejati seorang mukmin.

Tak heran, setiap jamaah yang memasuki Masjidil Haram dianjurkan untuk melantunkan doa khusus sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Seperti disebut dalam Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibillah, doa itu berbunyi:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِي فِيهَا، بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ.

Artinya:

“Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dari-Mu datang segala keselamatan, dan kepada-Mu kembali segala keselamatan. Hidupkanlah kami dengan damai, dan masukkanlah kami ke dalam surga, negeri penuh kedamaian. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat dan ampunan-Mu. Aku masuk masjid ini dengan menyebut nama-Mu, segala puji bagi-Mu, serta salawat dan salam atas Rasul-Mu.”

Doa ini bukan sekadar ucapan, melainkan simbol penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Saat menginjakkan kaki di halaman Masjidil Haram, setiap peziarah seolah menanggalkan segala kesombongan dunia dan menggantinya dengan ketenangan hati.

Masjidil Haram bukan hanya bangunan megah yang mengitari Ka’bah, melainkan juga simbol kesatuan dan cinta Allah kepada umatnya. Setiap Muslim yang berdoa untuk bisa datang ke sana sesungguhnya sedang memohon kesempatan untuk mendekat kepada sumber rahmat dan ampunan.

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk dapat menjejakkan kaki kita di Masjidil Haram, memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan, dan merasakan kedamaian yang hanya bisa ditemukan di rumah Allah yang agung ini.***

Penulis: Ibrohim Zidni