PROBOLINGGO,- Suasana meriah mewarnai Lapangan Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, saat tradisi karapan sapi kembali digelar, Minggu (5/4/2026).
Selain hiburan, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ajang halal bihalal dan mempererat silaturahmi antar pecinta karapan dari berbagai daerah.
Koordinator acara, Imam, menyebut penyelenggaraan ini merupakan bentuk komitmen komunitas dalam menjaga tradisi. Ia menegaskan, karapan sapi tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya lokal.
“Ini juga untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-280,” ungkapnya.
Camat Bantaran, Junaedi, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Menurutnya, karapan sapi mampu menyatukan berbagai kalangan, bahkan dari luar daerah seperti Lumajang, Jember hingga Madura.
“Ini bukan hanya tradisi, tapi juga ajang silaturahmi antar pecinta kerapan sapi,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai kegiatan tersebut memberi dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran pengunjung membawa berkah bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
“Momentum ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pariwisata lokal,” tambahnya.
Tradisi karapan sapi pun terus hidup di tengah masyarakat, menjadi simbol kebersamaan sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan bagi daerah.***












