PROBOLINGGO,- Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai menyusun langkah awal penulisan sejarah daerah secara holistik. Proses ini diawali dengan diskusi bersama Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merumuskan satu naskah sejarah yang komprehensif. Selama ini, berbagai versi sejarah Probolinggo berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan menyampaikan, penyusunan ini merupakan arahan langsung dari Bupati Probolinggo.
“Pertemuan malam ini adalah menindaklanjuti permintaan Gus Bupati agar dibuatkan naskah sejarah Probolinggo yang holistik,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, keberagaman versi sejarah yang ada selama ini perlu disatukan. Tujuannya agar masyarakat memiliki satu rujukan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Selama ini ada banyak versi sejarah yang berkembang, sehingga beliau berharap ada satu naskah yang bisa menjadi rujukan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, penyusunan sejarah tidak hanya berfokus pada asal-usul daerah. Namun juga mengkaji keterkaitan antar situs bersejarah yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Sejarah ini tidak hanya berkisah tentang asal-usul Probolinggo, tetapi juga tentang konektivitas antara situs-situs seperti Candi Jabung, Candi Kedaton, Madakaripura, Rengganis serta situs lainnya yang ada di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Selain itu, Bupati Probolinggo juga menginginkan adanya penulisan sejarah khusus masyarakat Tengger. Penyusunan tersebut akan ditangani oleh tim berbeda.
Tim ini nantinya melibatkan tokoh adat dan kalangan akademisi. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan kajian yang lebih mendalam dan representatif.
Pemkab Probolinggo menargetkan naskah sejarah tersebut dapat menjadi referensi resmi. Sekaligus memperkuat identitas dan kekayaan budaya daerah.***












