banner 728x90
Islami

Jangan Terlewat! Haul Akbar ke-50 Habib Sholeh Tanggul Digelar Dua Hari

×

Jangan Terlewat! Haul Akbar ke-50 Habib Sholeh Tanggul Digelar Dua Hari

Sebarkan artikel ini
Foto Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid atau Habib Sholeh Tanggul yang tersebar di kalangan masyarakat./ Foto: bolinggo.co

JEMBER- Haul Akbar ke-50 ulama kharismatik Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid atau yang akrab disapa Habib Sholeh Tanggul akan kembali digelar pada Sabtu-Minggu, 4-5 April 2026.

Kegiatan dipusatkan di Masjid Riyadlus Sholihin Desa Tanggul Kulon, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember dan terbuka untuk umum. Setiap tahun, haul ini selalu menarik kehadiran jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian acara dimulai Sabtu sore dengan khotmil Qur’an, tahlil, serta pembacaan kitab. Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan maulid Nabi dan tausiyah agama yang akan diisi oleh sejumlah habaib dan kiai.

Puncak Haul Akbar dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi. Jemaah akan mengikuti maulid, doa bersama, serta ziarah ke makam Habib Sholeh yang menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan.

Habib Sholeh Tanggul dikenal sebagai ulama besar yang memiliki pengaruh luas. Ia merupakan keturunan ke-39 Rasulullah dari Hadramaut, Yaman, yang lahir pada tahun 1895 dan hijrah ke Indonesia pada awal abad ke-20.

Sejak kecil, beliau telah mendalami ilmu agama. Pendidikan fikih dan tasawuf diperoleh dari ayahnya, sementara pembelajaran Al-Qur’an didapat dari ulama setempat di Hadramaut.

Pada usia 26 tahun, Habib Sholeh memutuskan berhijrah ke Indonesia. Perjalanannya sempat singgah di India sebelum tiba di Jakarta, lalu melanjutkan dakwah ke Lumajang hingga akhirnya menetap di Tanggul, Jember.

Selama berdakwah, beliau dikenal sebagai sosok dermawan dan memiliki banyak karomah. Sejumlah kisah menyebutkan peran beliau dalam membantu masyarakat, mulai dari mengatasi wabah hingga menjadi tempat rujukan spiritual bagi banyak kalangan.

Hingga kini, nama Habib Sholeh Tanggul tetap dikenang. Haul yang digelar setiap tahun menjadi bukti bahwa warisan dakwah dan keteladanan beliau terus hidup di tengah masyarakat.***

Jurnalis: Ibrohim Zidni