PROBOLINGGO,- Kerusakan jembatan akibat banjir di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Probolinggo, hingga kini, Sabtu (14/3/2026) belum tertangani. Kondisi tersebut memicu sorotan warga karena akses penghubung antar desa masih terganggu.
Jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Sumberkatimoho dengan Desa Karangren dan Desa Kedung Caluk. Setelah diterjang banjir akibat cuaca ekstrem, struktur jembatan mengalami kerusakan cukup parah.
Akibat kerusakan itu, jembatan tidak lagi aman dilintasi kendaraan. Warga pun terpaksa mencari jalur alternatif untuk beraktivitas sehari-hari.
Para petani menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Mereka kini harus memutar melalui rute yang lebih jauh untuk mengangkut hasil panen padi.
Dampak lain juga dirasakan para pelajar. Siswa yang bersekolah di SD Sumberkatimoho kini membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai sekolah.
Jika sebelumnya perjalanan hanya sekitar lima menit, kini mereka harus memutar melalui Desa Karangren hingga wilayah Kecamatan Krejengan. Waktu tempuh pun bertambah hingga sekitar 30 menit.
Di tengah kondisi tersebut, warga juga khawatir karena masih ada anak-anak yang nekat melintasi jembatan rusak dengan berjalan kaki. Padahal kondisi jembatan sudah tidak stabil dan berisiko ambruk sewaktu-waktu.
Lambannya penanganan kerusakan ini memunculkan keresahan di masyarakat. Bahkan muncul wacana perbaikan jembatan dilakukan secara swadaya oleh warga.
Rencananya, masyarakat akan melakukan iuran sekitar Rp150 ribu per rumah untuk memperbaiki jembatan tersebut agar kembali bisa digunakan.
Jika rencana itu benar-benar dilakukan, kondisi ini dinilai menjadi ironi. Sebab perbaikan infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru harus ditanggung masyarakat.
Menanggapi hal itu, Bupati Probolinggo Gus Haris menyampaikan kepada media, bahwa pemerintah daerah telah memasukkan perbaikan jembatan tersebut dalam rencana pembangunan.
Menurutnya, pemerintah saat ini juga tengah melakukan pendataan terhadap berbagai kerusakan akibat banjir di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Tidak hanya jembatan rusak, rumah warga yang terdampak banjir juga sudah dalam tahap perencanaan untuk dilakukan perbaikan secara bertahap,” ujar Gus Haris.***














