banner 728x90
Daerah

Probolinggo Masuk Radar Investor Nasional, Potensi Investasi Tembus Rp 16 Triliun

×

Probolinggo Masuk Radar Investor Nasional, Potensi Investasi Tembus Rp 16 Triliun

Sebarkan artikel ini
PT Multi Visi Indonesia yang menyatakan minat menanamkan modal di Kota Probolinggo./ Foto: Kominfo

PROBOLINGGO,- Iklim investasi di Kota Probolinggo mulai menunjukkan daya tarik bagi investor nasional. Salah satunya datang dari PT Multi Visi Indonesia yang menyatakan minat menanamkan modal di daerah tersebut.

Perusahaan yang berpusat di Jakarta ini menilai Kota Probolinggo memiliki arah pembangunan yang jelas dan berkelanjutan. Hal itu menjadi dasar utama ketertarikan PT Multi Visi Indonesia untuk menjajaki peluang investasi.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Direktur Utama PT Multi Visi Indonesia, Andi Arief, mengatakan visi dan misi Pemerintah Kota Probolinggo dinilai realistis dan dapat diimplementasikan. Menurutnya, kepastian arah kebijakan sangat dibutuhkan dalam dunia investasi.

“Kami melihat visi dan misi Wali Kota Probolinggo itu bukan sekadar harapan, tapi sudah meyakinkan bisa terlaksana. Itu penting bagi investor,” ujar Andi Arief, Senin (19/1/2026).

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang general business, industri, serta ekspor-impor, PT Multi Visi Indonesia melihat potensi besar di Kota Probolinggo. Sektor perikanan dan pasar agro menjadi perhatian utama.

Potensi tersebut dinilai semakin kuat dengan dukungan infrastruktur pendukung, mulai dari fasilitas kesehatan hingga layanan publik lainnya. Kondisi ini dianggap mampu menopang aktivitas investasi jangka panjang.

Baca Juga:  Pemkot Probolinggo Beri Pembinaan Kesehatan kepada Calon Jemaah Haji

Dalam pembahasan awal, nilai investasi yang disampaikan berada di kisaran Rp 2 triliun. Nilai tersebut masih bersifat awal dan akan terus dikaji bersama pemerintah daerah.

“Dalam jangka panjang, potensi investasi bisa mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, tentu dengan kajian mendalam,” jelasnya.

Ia menegaskan, proses investasi membutuhkan waktu dan perencanaan matang. Komunikasi yang intens dan berkelanjutan menjadi faktor kunci agar kerja sama dapat terwujud.

“Investasi ini tidak bisa instan. Perlu pemaparan, skema, kecocokan dan waktu investasi yang tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyambut baik minat investasi tersebut. Pemkot, kata dia, membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berkontribusi pada pembangunan kota.

Investasi diarahkan untuk memperkuat peran Kota Probolinggo sebagai penyangga pelabuhan, kota transit, serta penopang sektor pariwisata sesuai visi pembangunan daerah.

“Harapannya, pertemuan ini bisa berlanjut ke tahap yang lebih teknis,” pungkasnya.***