banner 728x90
UMKM

Ratusan Pelaku UMKM Probolinggo Didorong Naik Kelas Lewat Pelatihan Daya Saing Nasional

×

Ratusan Pelaku UMKM Probolinggo Didorong Naik Kelas Lewat Pelatihan Daya Saing Nasional

Sebarkan artikel ini
Ratusan pelaku UMKM Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan yang digelar di Resto J’bing 3./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Ratusan pelaku UMKM Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan bertema “Meningkatkan Daya Saing UMKM Kabupaten Probolinggo di Kancah Nasional” yang digelar di Resto J’bing 3, Jalan Raya Dringu, Sabtu (27/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para penggiat UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jejaring bisnis agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Acara dibuka langsung oleh Ketua Pelaksana, Irfan Ardiansyah. Ia menegaskan bahwa produk UMKM Probolinggo memiliki potensi besar untuk dipromosikan hingga ke tingkat pusat.

“Produk UMKM yang ada akan kita dorong promosinya ke pusat. Dengan akses pasar yang lebih luas, penjualan diharapkan kembali meningkat dan UMKM bisa naik kelas,” ujar Irfan.

Irfan juga menyemangati para peserta agar tidak berhenti berproses. Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah awal menuju visi Probolinggo SAE yang mandiri dan berdaya saing.

“Terus jaga semangat, karena ini adalah pijakan awal kita bersama menuju Probolinggo SAE yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengumumkan pembentukan grup komunikasi UMKM. Grup ini akan menjadi wadah berbagi relasi, informasi usaha, hingga pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

“Teman-teman UMKM yang hadir akan kami masukkan dalam grup. Di sana kita bisa saling bertukar relasi dan kebutuhan terkait NIB serta halal akan kita komunikasikan bersama,” jelasnya.

Pendamping UMKM Jawa Timur, Selvi Agustin./ Foto: bolinggo.co

Pemateri pertama, Pendamping UMKM Jawa Timur, Selvi Agustin, menekankan pentingnya menjaga kualitas produk sebagai kunci keberlangsungan usaha.

“Dalam usaha, kualitas harus selalu diutamakan. Jika kualitas tidak dijaga, suatu saat akan muncul komplain dan itu bisa menjadi masalah serius,” tutur Selvi.

Baca Juga:  Pemkot Probolinggo Bekali UMKM Pemula dan Pemberian Sertifikat Halal

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar bersikap terbuka dan bertanggung jawab saat menghadapi keluhan konsumen, mengingat persaingan usaha yang semakin ketat.

“UMKM tidak boleh berpura-pura tidak tahu ketika ada komplain. Persaingan di luar sana berat, jadi sikap profesional itu wajib,” tegasnya.

Selain itu, Selvi menyoroti pentingnya evaluasi usaha. Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya fokus berjualan, tetapi juga harus melakukan pencatatan dan analisis penjualan.

“Evaluasi itu penting. Catat produk yang ramai dan sepi. Jangan sampai stok menumpuk saat sepi, tapi ketika ramai justru kehabisan produk. Itu penyakit klasik UMKM,” ujarnya.

Menariknya, Selvi juga membagikan hadiah berupa produk UMKM miliknya kepada peserta yang aktif bertanya selama sesi berlangsung.

Narasumber terakhir, pengusaha muda Taufiq Hidayatullah, mengajak seluruh peserta untuk mencintai dan membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian daerah.

Pengusaha muda Taufiq Hidayatullah./ Foto: bolinggo.co

“Mari kita biasakan membeli produk lokal. Dengan begitu, kita ikut mendukung UMKM Probolinggo dan membantu menekan angka kemiskinan,” kata Taufiq.

Ia juga menekankan pentingnya saling menopang antar pelaku UMKM, tidak hanya fokus memproduksi, tetapi juga menjadi konsumen bagi sesama UMKM.

“Kita jangan hanya bangga memproduksi, tapi juga saling membeli produk UMKM lainnya agar roda ekonomi lokal benar-benar berputar,” ujarnya.

Terkait legalitas usaha, Taufiq memastikan pendampingan akan terus berlanjut. Ia meminta pelaku UMKM untuk berkoordinasi langsung dengan Irfan Ardiansyah.

“Soal NIB dan sertifikasi halal, nanti hubungi Pak Irfan. Kita akan dampingi sampai tuntas. Insyaallah kita bertemu lagi dengan semangat baru di tahun 2026,” pungkasnya.***