banner 728x90
UMKM

Perempuan Pelaku Usaha di Pajarakan Dapat Pelatihan GMP untuk Produksi Udeng Berkualitas

×

Perempuan Pelaku Usaha di Pajarakan Dapat Pelatihan GMP untuk Produksi Udeng Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Pelatihan kerajinan udeng berbasis Good Manufacturing Practice (GMP)./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Upaya meningkatkan kualitas produk lokal kembali dilakukan DKUPP Kabupaten Probolinggo melalui pelatihan kerajinan udeng berbasis Good Manufacturing Practice (GMP), Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini menyasar 50 perempuan pelaku usaha mikro di Kecamatan Pajarakan dan dilaksanakan di ruang pertemuan Cafe Jongkok Kraksaan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo, Supami, sebagai narasumber utama. Ia memaparkan pentingnya penerapan GMP dalam proses produksi kerajinan, termasuk udeng yang menjadi salah satu produk khas daerah.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengusaha mikro dalam membuat udeng, sekaligus mendorong daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Camat Pajarakan, Sudarmono, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku usaha perempuan, menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga:  Ugas dan Dandim 0820 Probolinggo Belajar Mewarnai di Sentra Batik Dewi Rengganis

“Dalam satu bulan terakhir telah terjadi peningkatan signifikan dalam kegiatan pengembangan SDM di Kecamatan Pajarakan,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan ini memberi ruang bagi perempuan untuk terus mengasah kemampuan kreatif, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat peran mereka dalam sektor ekonomi kreatif.

“Momentum ini penting bagi pelaku usaha perempuan agar terus mengembangkan keterampilan kreatif dan produktif,” tambahnya.

Melalui pelatihan berbasis GMP, DKUPP berharap produk udeng asal Pajarakan dan sekitarnya semakin berkualitas, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat industri kecil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.***