banner 728x90
Daerah

Viral! Warga Nekat Joget di Air Mancur Glaser, DLH Probolinggo Sesalkan Ulah Jahil Warga

×

Viral! Warga Nekat Joget di Air Mancur Glaser, DLH Probolinggo Sesalkan Ulah Jahil Warga

Sebarkan artikel ini
Aksi nyeleneh seorang warga yang nekat berjoget di atas kolam air mancur Bundaran Gladak Serang (Glaser)./ bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Aksi nyeleneh seorang warga yang nekat berjoget di atas kolam air mancur Bundaran Gladak Serang (Glaser) pada Rabu (17/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB mendadak viral di media sosial.

Peristiwa itu bukan hanya mengundang perhatian publik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran lantaran berpotensi merusak fasilitas umum yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Probolinggo.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo melalui Kabid Konservasi dan Pertamanan, Suci Ningsih, membenarkan bahwa kondisi air mancur sempat terganggu.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian tersebut pihaknya baru saja melakukan perbaikan dan pembersihan pipa yang rusak.

“Memang ada faktor kesengajaan dari tangan-tangan jahil. Kasus joget di kolam itu semakin memperparah kondisi yang ada,” ungkap Suci, kepada bolinggo.co, Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, yang disayangkan adalah bagaimana seseorang bisa masuk hingga ke bak air mancur yang notabene merupakan aset pemerintah. “Perawatannya mahal, kami khawatir terjadi kerusakan. Kok bisa sampai naik-naik di situ,” tambahnya.

Baca Juga:  Dikira Remasan Khas Suami, Ternyata Payudara Ibu Muda Diremas Oleh Pelajar Probolinggo

Beruntung, bagian air mancur yang diinjak tidak mengalami kerusakan. Meski demikian, Suci mengaku tetap waspada karena sebelumnya ada beberapa pipa yang hilang. “Saya tidak tahu pasti siapa pelakunya, tapi jelas ada oknum jahil yang merugikan,” ujarnya.

DLH pun sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar kejadian serupa tidak terulang. “Alhamdulillah sudah kami komunikasikan dengan Polsek. Semoga bisa ada langkah penertiban,” kata Suci.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga aset publik yang dibangun dengan dana APBD. “Kalau fasilitas ini terawat, anggaran perawatan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti bantuan sosial, pendidikan, atau kesehatan. Jadi mari kita sama-sama menjaga,” harapnya.

Suci menutup dengan pesan bahwa aksi semacam itu tidak layak dijadikan hiburan. “Itu bukan tontonan yang baik, tidak mendidik, dan semoga tidak terulang lagi,” pungkasnya.