PROBOLINGGO,- Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Festival Pohsangit Kidul 2026 sukses menghadirkan kebersamaan warga dalam balutan olahraga dan kreativitas.
Mengusung konsep “3 Fun”, kegiatan ini memadukan Fun Bike, Fun Walk, dan Fun Zumba. Peserta dari anak-anak hingga orang tua tampak kompak mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyebut festival ini sebagai energi baru bagi lingkungan kelurahan. Ia berharap kegiatan serupa bisa digelar di wilayah lain.
“Ini menjadi langkah awal yang sangat baik. Saya berharap kelurahan lain juga dapat menghadirkan kegiatan positif yang sejalan dengan program pembangunan kota. Jika masyarakat sehat dan kompak, maka Probolinggo Bersolek akan terwujud lebih cepat,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada olahraga, panitia juga mengadakan lomba mewarnai untuk anak-anak. Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus hiburan yang mendukung tumbuh kembang kreativitas.
Wali Kota menegaskan pentingnya perhatian terhadap generasi muda. Menurutnya, anak-anak yang sehat dan cerdas akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, turut memberikan apresiasi atas partisipasi warga. Ia menilai festival ini mempererat hubungan keluarga dan lingkungan.
“Keluarga adalah fondasi utama. Ketika keluarga sehat dan aktif, lingkungan pun akan kuat. Kegiatan seperti ini sangat positif karena melibatkan seluruh unsur masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua,” katanya.
Kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momen untuk menjajakan produk mereka.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, transaksi terjadi, ekonomi bergerak, dan masyarakat merasakan manfaatnya. Inilah semangat Bersolek, lingkungan tertata, masyarakat sehat, dan ekonomi tumbuh. Pemerintah Kota akan terus mendorong penguatan UMKM agar naik kelas, karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Festival Pohsangit Kidul 2026 menjadi bukti bahwa gerakan sederhana dari kelurahan mampu memberi dampak luas. Kebersamaan, kesehatan, dan penguatan ekonomi berjalan beriringan dalam satu momentum.***














