PROBOLINGGO,- PDI Kabupaten Probolinggo menegaskan penolakan terhadap wacana Pilkada yang dipilih atau diwakili oleh DPR. Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) yang digelar siang ini.
Partai berlambang banteng itu menilai, pemilihan kepala daerah harus tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat. Hak memilih dinilai sebagai bagian penting dari demokrasi yang tidak boleh dikurangi.
Bagi PDI Perjuangan, kedaulatan berada di tangan rakyat. Demokrasi tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi atau kepentingan elite politik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam, menilai wacana tersebut sebagai kemunduran demokrasi. Menurutnya, hak rakyat memilih pemimpin harus dijaga.
“Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan elite. Jika hak memilih diambil, demokrasi sedang ditarik mundur,” tegas Khairul Anam, Rabu (28/1/2026).
Ia memastikan PDI Perjuangan akan berada di garis depan menolak wacana tersebut. Sikap partai, kata dia, tidak sebatas pernyataan politik.
Khairul Anam menambahkan, partai terus memperkuat konsolidasi internal. Upaya itu dilakukan melalui agenda Musancab dan Musran.
Selain itu, PDI Perjuangan membuka ruang luas bagi generasi muda. Kader muda didorong terlibat aktif di struktur PAC dan Ranting.
“Masa depan demokrasi ada di tangan anak muda. Mereka harus berani terlibat dan mengambil peran,” ujarnya.
Di Kabupaten Probolinggo, peran kader muda sudah terlihat nyata. Dari tujuh kursi Fraksi PDI Perjuangan di DPRD, enam di antaranya diisi kalangan milenial.
Struktur DPC PDI Perjuangan juga didominasi kader muda yang aktif dan progresif. Hal ini menjadi bagian dari strategi regenerasi partai.
Rakorcab tersebut turut dihadiri Korwil dan Pengampu Dapil 3 DPD PDI Perjuangan, Andri Wahyudi dan Qintharra Ulya Yassifa. Kehadiran keduanya menegaskan soliditas struktur partai.
PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo optimistis, peran generasi muda akan menjadi benteng utama demokrasi. Semangat itu sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang kekuatan pemuda sebagai penggerak perubahan.***














