banner 728x90
News

Terpilih Kembali, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah Nahkodai MUI Jatim

×

Terpilih Kembali, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah Nahkodai MUI Jatim

Sebarkan artikel ini
KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur masa khidmat 2025-2030./ Foto: MUI Jawa Timur

SURABAYA,- Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur resmi digelar pada akhir 2025. Forum ini menjadi penentu arah kepemimpinan MUI Jatim lima tahun ke depan.

Dalam Musda XI tersebut, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur masa khidmat 2025-2030. Penetapan dilakukan secara resmi di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Selain ketua umum, Musda juga menetapkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur. Sejumlah tokoh akademisi dan ulama dipercaya mengisi posisi strategis.

Prof. Akh. Muzakki terpilih sebagai Wakil Ketua bidang Pendidikan. Sementara Wakil Ketua bidang Agama dijabat Prof. Abd. Halim Soebahar.

Untuk bidang Ekonomi, posisi Wakil Ketua diemban Prof. Thohir Luth. Adapun jabatan Sekretaris Umum dipercayakan kepada Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si.

Posisi Bendahara Umum diisi oleh H. Rasidi, SE. Sementara itu, Dewan Pertimbangan MUI Jawa Timur dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan dijabat H. Emil Elestianto Dardak. Keduanya diharapkan mampu memberi arahan strategis bagi organisasi.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Sambut Valen, Runner Up Dangdut Academy 2025 di Surabaya

Proses pemilihan dilakukan melalui tahapan berjenjang. Mulai dari pemilihan formatur hingga penyusunan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan.

Dalam sambutan perdananya, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musda XI. Ia menyebut Musda sebagai forum tertinggi MUI di tingkat provinsi.

Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda lima tahunan. Forum ini menjadi momentum evaluasi dan peneguhan arah perjuangan MUI Jawa Timur.

Kiai Mutawakkil yang juga merupakan pengasuh ponpes Genggong Probolinggo, menegaskan MUI Jatim tetap berpegang pada dua peran utama. Yakni sebagai khadim al-ummah dan shadiq al-hukumah.

“Kedua peran ini harus berjalan seiring dan saling menguatkan demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Sebagai pelayan umat, MUI Jatim terus menjalankan fungsi pembinaan keagamaan. Mulai dari penguatan akidah, akhlak, hingga penerbitan fatwa.

MUI juga berperan mendampingi umat dalam merespons dinamika sosial. Kehadiran MUI diharapkan memberi tuntunan yang menenteramkan dan solutif.

Dengan kepengurusan baru ini, MUI Jawa Timur diharapkan semakin kuat. Peran keulamaan dan kemitraan dengan pemerintah pun diharapkan berjalan semakin harmonis.***