banner 728x90
Islami

Ternyata Barang-Barang Ini Dilarang Dibawa Saat Haji dan Umrah

×

Ternyata Barang-Barang Ini Dilarang Dibawa Saat Haji dan Umrah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bawaan jemaah haji atau umrah./ Foto: Istimewa

BOLINGGODOTCO,- Menunaikan ibadah haji atau umrah tentu menjadi momen paling berharga dalam hidup seorang Muslim. Karena itu, setiap jamaah pasti ingin mempersiapkan segalanya dengan matang  termasuk soal barang bawaan.

Sayangnya, banyak yang justru berlebihan membawa barang, bahkan ada yang membawa benda-benda yang sebaiknya dihindari. Padahal, beberapa barang tertentu bisa menghambat kelancaran ibadah, atau malah dilarang masuk ke Arab Saudi.

Salah satu barang yang sering kali memenuhi koper jamaah adalah pemanas air. Banyak orang berpikir alat ini penting untuk mandi atau membuat minuman hangat. Padahal, hampir semua hotel di Tanah Suci sudah menyediakan fasilitas air panas.

Membawa pemanas air sendiri justru menambah beban koper dan berisiko menimbulkan masalah keamanan. Jadi, sebaiknya tinggalkan saja barang ini di rumah lebih ringan, lebih praktis!

Selain itu, jangan pernah membawa barang-barang yang berhubungan dengan syirik atau sihir, seperti jimat, patung kecil, atau benda “penangkal”. Dalam Islam, hal-hal seperti ini sangat dilarang. Ibadah haji adalah momen penyucian diri dan penguatan tauhid.

Membawa jimat bukan hanya menodai kemurnian niat ibadah, tapi juga bisa menimbulkan masalah di pemeriksaan bandara Arab Saudi. Jadi, lebih baik fokus pada doa dan keyakinan kepada Allah SWT daripada mengandalkan benda-benda seperti itu.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah membawa uang tunai dalam jumlah besar. Banyak jamaah yang khawatir tidak bisa mengambil uang di Tanah Suci, padahal kini sudah banyak fasilitas keuangan modern yang aman digunakan.

Berdasarkan info haji dari otoritas keuangan, jamaah cukup membawa uang secukupnya untuk kebutuhan harian. Untuk transaksi lain, bisa menggunakan kartu debit, ATM internasional, atau dompet digital. Selain lebih aman, cara ini juga mengurangi risiko kehilangan atau pencurian.

Barang lain yang sering dibawa tapi sebenarnya tidak perlu adalah rice cooker atau penanak nasi. Banyak jamaah berpikir sulit menemukan makanan sesuai selera di Makkah atau Madinah, padahal penyelenggara haji sudah menyiapkan konsumsi bergizi dengan cita rasa Nusantara.

Membawa rice cooker justru membuat bawaan makin berat dan bisa jadi masalah saat pemeriksaan bandara. Jadi, percayakan urusan makan kepada penyelenggara dan nikmati waktu ibadah dengan tenang.

Kemudian, hindari juga memakai perhiasan berlebihan atau mencolok. Selain tidak sesuai dengan semangat kesederhanaan dalam haji, perhiasan yang berlebihan bisa menarik perhatian orang yang tidak bertanggung jawab.

Ibadah sebaiknya dilakukan dengan hati yang tenang, bukan dengan rasa was-was karena takut kehilangan barang berharga.

Terakhir, hindari membawa rokok dalam jumlah banyak. Selain tidak baik untuk kesehatan, rokok juga bisa bermasalah dalam pemeriksaan bagasi jika jumlahnya berlebihan.

Ingat, udara di Tanah Suci cukup panas, sehingga menjaga tubuh tetap sehat jauh lebih penting daripada memenuhi kebiasaan merokok.

Dari berbagai info haji yang beredar, kunci sukses menjalankan ibadah di Tanah Suci adalah kesederhanaan, kesiapan, dan kepatuhan terhadap aturan.

Jadi, bawalah barang secukupnya, fokuslah pada ibadah, dan biarkan hati Anda ringan untuk beribadah dengan khusyuk tanpa beban bawaan yang tak perlu.***

Penulis: Ibrohim Zidni