banner 728x90
Islami

Tata Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Doa Arab dan Artinya

×

Tata Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Doa Arab dan Artinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi orang solat./ Foto: Istimewa

BOLINGGODOTCO,- Sholat hajat menjadi salah satu amalan sunnah yang kerap dikerjakan umat Islam ketika memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu. Ibadah ini dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT agar hajat dikabulkan.

Pelaksanaan sholat hajat bersandar pada hadits Rasulullah SAW. Amalan ini dapat dikerjakan untuk urusan dunia maupun akhirat, selama bertujuan kebaikan dan diridhai Allah.

Tata Cara Sholat Hajat

Sholat hajat umumnya dikerjakan dua rakaat seperti sholat sunnah lainnya. Berikut urutannya secara ringkas.

1. Niat Sholat Hajat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan seraya mengucap “Allahu Akbar”, lalu membaca doa iftitah.

3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah

Dilanjutkan dengan membaca ta’awudz dan Surah Al-Fatihah.

4. Membaca Surah Pendek

Dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

5. Rukuk, I’tidal, dan Sujud

Setiap gerakan dilakukan dengan tuma’ninah. Saat sujud membaca tasbih minimal tiga kali.

6. Rakaat Kedua dan Salam

Rakaat kedua dikerjakan seperti rakaat pertama. Setelah tasyahud akhir, ditutup dengan salam.

Doa Setelah Sholat Hajat

Usai salam, dianjurkan memperbanyak istighfar sebelum berdoa. Bacaan berikut dapat dibaca 100 kali.

أَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ ٱلْعَظِيمَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal ‘azhim rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dosa dan aku bertobat kepada-Nya.”

Kemudian membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW minimal 100 kali.

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةَ الرِّضا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِه رِضَاءَ الرِّضا

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin shalatar-ridha wardha’an ashhabihir riddhar-ridha.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang Engkau ridhai, dan ridhailah para sahabat beliau.”

Setelah itu, bacalah doa berikut.

Baca Juga:  Penulisan Sejarah (PC)NU Sampang: Upaya Merawat Ingatan

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu sebab-sebab turunnya rahmat-Mu dan ampunan-Mu, serta keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan satu dosa pun kecuali Engkau ampuni, tidak pula kesusahan kecuali Engkau beri jalan keluar, dan tidak ada hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau kabulkan, wahai Yang Maha Pengasih.”

Doa Saat Menyampaikan Hajat

Ketika menyampaikan permohonan, dianjurkan bersujud dengan khusyuk. Perbanyak membaca doa berikut.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Waktu Pelaksanaan

Tidak ada waktu khusus untuk sholat hajat. Ibadah ini bisa dikerjakan siang atau malam, kecuali pada waktu yang dilarang untuk sholat.

Meski demikian, sepertiga malam terakhir dinilai lebih utama. Waktu tersebut diyakini sebagai saat mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.***