banner 728x90
Nasional

Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo

×

Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa yang dinilai berjasa besar bagi Republik Indonesia./ Foto: Sekretariat Presidwn

JAKARTA,- Dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa yang dinilai berjasa besar bagi Republik Indonesia. Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan plakat monumen Taman Makam Pahlawan dan map penghargaan yang dikemas dalam kotak kaca kepada para ahli waris. Suasana penuh khidmat menyelimuti ruangan saat pembawa acara membacakan rekam jejak perjuangan masing-masing tokoh.

Berikut daftar lengkap 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 beserta jasa dan kontribusinya:

1. K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)

Tokoh bangsa, ulama, dan presiden ke-4 RI yang dikenal dengan perjuangannya dalam menegakkan demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan. Gus Dur sepanjang hidupnya menjadi simbol toleransi dan pembela hak-hak rakyat kecil.

2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah)

Dikenal sebagai Presiden ke-2 RI dan pemimpin yang menonjol sejak masa revolusi kemerdekaan. Sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta, ia berperan penting dalam pelucutan senjata tentara Jepang di tahun 1945.

3. Marsinah (Jawa Timur)

Simbol perjuangan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Aktivis buruh asal Nganjuk ini dikenang karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak pekerja dan menentang penindasan di masa Orde Baru.

4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)

Ahli hukum dan politik luar negeri yang menggagas konsep negara kepulauan, menjadi dasar penting dalam Deklarasi Djuanda (1957) dan pengakuan internasional terhadap kedaulatan laut Indonesia.

Baca Juga:  BPJPH Menyalurkan Insentif Rp81 M untuk Pendamping Proses Produk Halal dan LP3H

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat)

Ulama dan pendidik perempuan pelopor pendidikan Islam modern untuk perempuan di Indonesia. Dikenal sebagai tokoh pembaru pendidikan yang memperjuangkan peran perempuan dalam dunia Islam dan kemerdekaan bangsa.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah)

Pejuang militer yang turut berjuang sejak masa revolusi. Sebagai Komandan Kompi TKR, ia terlibat langsung dalam berbagai operasi penting mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

7. Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat)

Tokoh pendidikan dan diplomasi asal Bima yang mendirikan berbagai sekolah, termasuk HIS Rabah (1921) dan Sekolah Kejuruan Wanita (1922). Ia dikenal karena jasanya dalam memajukan pendidikan di wilayah timur Indonesia.

8. Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)

Ulama karismatik asal Bangkalan yang menjadi guru para pendiri Nahdlatul Ulama, termasuk KH. Hasyim Asy’ari. Ia berperan besar dalam pendidikan Islam dan perjuangan spiritual rakyat di masa penjajahan.

9. Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara)

Dikenal sebagai “Napoleon dari Batak”, ia memimpin pasukan rakyat Simalungun melawan kolonial Belanda dalam berbagai pertempuran besar seperti Dolok Merawan dan Dolok Sagala.

10. Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)

Sultan Tidore ke-37 yang berjasa dalam perjuangan politik dan diplomasi mempertahankan kedaulatan Indonesia di kawasan timur pada masa pascakemerdekaan.

Penganugerahan gelar ini menjadi bentuk penghargaan negara terhadap pengabdian dan keteladanan para tokoh bangsa dari berbagai latar belakang dari ulama, pejuang kemerdekaan, hingga aktivis buruh.***