PROBOLINGGO,- Kabar kemunculan sosok misterius berwarna hitam, bermata merah, dan bertaring yang sempat menggegerkan warga Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat malam (27/3/2026) dipastikan tidak benar alias hoaks.
Informasi yang sebelumnya viral dan menyebut adanya penampakan di Desa Tlogoargo itu kini telah diklarifikasi oleh pihak yang mengunggah video awal.
Penyebar pertama kali Ahmad Dani, warga Dusun Sengonan, Desa Tlogoargo, sekaligus pemilik akun TikTok “Mas Dani”, yang mengakui bahwa informasi yang ia sebarkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Dalam pernyataannya, Ahmad Dani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang sempat ia buat.
“Saya yang bernama Ahmad Dani, sekaligus pemilik akun TikTok Mas Dani, dengan ini menyampaikan klarifikasi terkait video dan foto yang saya unggah pada Sabtu, 28 Maret 2021 pukul 00.00 WIB.,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kabar adanya warga yang dicakar macan maupun kemunculan sosok misterius seperti yang beredar sebelumnya adalah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Dalam unggahan tersebut, saya telah memberitakan masyarakat Tlogoargo di cakar macan sehingga membuat resah masyarakat,” kata Dani.
“Sehubungan hal tersebut saat ini saya minta kepada masyarakat hususnya desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris bahwa sebenarnya yang terjadi tidak demikian, sekali lagi saya minta maaf,” tutupnya.
Sebelumnya, warga Kecamatan Tiris dibuat resah setelah beredarnya video berdurasi singkat yang menampilkan suasana panik disertai suara auman.
Bahkan, beredar pula video pakaian robek yang dikaitkan dengan dugaan serangan makhluk misterius atau hewan buas.
Kabar itu dengan cepat menyebar melalui WhatsApp dan media sosial, hingga memicu spekulasi liar di tengah masyarakat, mulai dari dugaan kemunculan hewan buas dan genderuwo.
Pihak kepolisian dan pemerintah desa yang sempat melakukan penelusuran juga tidak menemukan bukti adanya kejadian seperti yang dikabarkan.
Aparat pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi terpengaruh isu yang menyesatkan dan dapat kembali beraktivitas dengan tenang.***














