banner 728x90
Daerah

Ratusan Pelajar di Probolinggo Resmi Dikukuhkan sebagai Duta Pelajar Antikekerasan

×

Ratusan Pelajar di Probolinggo Resmi Dikukuhkan sebagai Duta Pelajar Antikekerasan

Sebarkan artikel ini
Launching dan Deklarasi Duta Pelajar Antikekerasan (Kamtibmaspro) di kantor Wali Kota Probolinggo./ Foto: Polres Probolinggo For bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Upaya mencegah tindak kekerasan di kalangan remaja terus diperkuat oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Launching dan Deklarasi Duta Pelajar Antikekerasan (Kamtibmaspro).

Ratusan pelajar dari berbagai jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA hadir mengikuti kegiatan tersebut yang digelar di Kantor Wali Kota Probolinggo pada Selasa (18/11/25).

Pj. Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Dr. Rey Suwigtyo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM dan sekaligus menangkal fenomena kekerasan yang mulai berkembang di kalangan pelajar.

“Deklarasi ini adalah program strategis antara Kepolisian dan Dinas Pendidikan, serta didukung GP Ansor. Kami ingin adik-adik tidak hanya menjadi pelajar biasa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

Rey juga menekankan bahwa para pelajar yang dikukuhkan sebagai duta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh. “Jadilah pelopor dan pelapor ketika melihat tindakan kekerasan. Ciptakan lingkungan sekolah yang nyaman sehingga proses belajar dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Pulang Dari Retret di Akmil, Bupati Probolinggo Disambut Hangat Oleh Warga dan Santri

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, turut memberikan arahan pada kesempatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembentukan Duta Pelajar Antikekerasan merupakan langkah penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan peduli terhadap lingkungan sosial.

“Deklarasi ini adalah bentuk komitmen bersama. Kami ingin sekolah dan para pelajar aktif menjaga suasana kondusif. Jadilah agen yang mendorong budaya damai di sekolah,” jelasnya.

AKBP Rico juga berpesan agar pelajar semakin bijak dalam menyikapi arus informasi. “Cermatlah menilai informasi. Ada yang perlu diterima, ada yang harus diabaikan, dan ada pula yang wajib dilaporkan. Karena suatu saat nanti, kalianlah yang akan memegang tanggung jawab besar untuk negara ini,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunitas pelajar yang mampu mengantisipasi kekerasan sejak dini, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan produktif di Kota Probolinggo.***