JAKARTA,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan umat Muslim agar membangunkan sahur dilakukan dengan cara yang baik dan tidak mengganggu ketertiban, khususnya selama Ramadan.
Imbauan ini disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis. Ia menilai tradisi membangunkan sahur merupakan budaya positif yang perlu dijaga.
Namun, pelaksanaannya harus menyesuaikan kondisi lingkungan. Terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk terus menggunakan budaya saling membangunkan sahur. Tetapi untuk di kota-kota besar, barangkali perlu dipertimbangkan dengan kepadatan penduduk yang tidak semuanya berpuasa,” ujarnya, dikutip Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, membangunkan sahur sebaiknya dilakukan seperlunya. Tidak perlu menggunakan pengeras suara dengan volume berlebihan.
“Bangunkan seperlunya. Tidak perlu speaker dinyalakan keras-keras hingga mengganggu yang lain,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan pengeras suara dilakukan pada waktu yang dibutuhkan saja. Tidak terus-menerus hingga mengusik kenyamanan warga sekitar.
MUI berharap masyarakat tetap menjaga semangat kebersamaan Ramadan. Tanpa mengabaikan ketertiban dan toleransi antarwarga.***














