PROBOLINGGO,- Kabupaten Probolinggo mencatatkan capaian impresif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Daerah ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur dari sisi jumlah debitur.
Sebanyak 1.216 pelaku usaha telah memanfaatkan fasilitas KUR. Total nilai pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp 660.887.400.000.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menegaskan bahwa penguatan UMKM memang menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Ini selaras dengan Program SAE yang mendorong UMKM naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Sugeng.
Ia menjelaskan, konsep naik kelas dilakukan melalui tahapan yang terstruktur. Dimulai dari pembenahan dasar hingga peningkatan kapasitas usaha.
“Tahapan UMKM naik kelas itu dimulai dari UMKM informal agar legal dan tertib administrasi. Kemudian UMKM tertata melalui pencatatan dan digitalisasi. Selanjutnya UMKM bankable yang sudah bisa mengakses pembiayaan hingga UMKM scale up yang mampu meningkatkan kapasitas dan pasar,” jelasnya.
Menurutnya, dampak dari peningkatan kelas UMKM tidak hanya dirasakan pelaku usaha. Efeknya juga menyentuh sektor ketenagakerjaan.
“UMKM yang naik kelas pasti membutuhkan tenaga kerja baru. Ini membantu mengurangi pengangguran lokal sekaligus menekan urbanisasi,” tegasnya.
Berdasarkan data DKUPP, saat ini terdapat 2.630 UMKM di Kabupaten Probolinggo. Dari jumlah tersebut, 1.216 pelaku usaha telah difasilitasi mengakses pembiayaan dan mendapatkan pendampingan usaha.
Capaian ini memperkuat posisi UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Pemerintah pun optimistis pertumbuhan usaha kecil akan semakin solid di tahun-tahun mendatang.***














