SURABAYA,- Kasus tewasnya Faradila Amalia Najwa (21) mulai menemui titik terang. Mahasiswi Malang asal Tiris, Kabupaten Probolinggo itu diduga menjadi korban pembunuhan.
Korban disebut meninggal dunia sebelum jasadnya dibuang ke sungai. Dugaan tersebut menguat setelah polisi menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan adanya lebam pada tubuh Faradila. Lebam tersebut mengarah pada dugaan cekikan di bagian leher.
“Informasi awal terdapat lebam yang diduga akibat cekikan,” ujar Jules, Jumat (26/12/2025).
Sementara itu, penyidik terus mendalami peran para tersangka. Pemeriksaan intensif telah dilakukan sejak Senin (22/12/2025).
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan keterangan kedua tersangka masih belum selaras. Hal itu membuat penyidik melakukan konfrontasi ulang.
“Kami lakukan pemeriksaan mendalam karena ada perbedaan keterangan,” jelas Jumhur.
Penyidik juga kembali mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban dibuang ke sungai.
Polisi masih menelusuri siapa pihak yang merencanakan pembuangan jasad korban. Peran masing-masing tersangka juga terus didalami.
“Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” tambahnya.
Terkait motif, polisi belum menyimpulkan secara pasti. Beberapa keterangan awal masih terus diverifikasi.
“Ada keterangan soal sakit hati hingga dugaan ingin menguasai barang korban,” kata Jumhur.
Faradila ditemukan tewas pada Selasa (16/12/2025) pagi. Jasadnya ditemukan di aliran sungai Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, warga hendak memanen jagung di area persawahan dekat lokasi.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Wonorejo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif.
Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua tersangka. Salah satunya merupakan anggota kepolisian.
Tersangka utama adalah Bripka Agus Sulaiman. Ia merupakan anggota Provost Polsek Krucil, Polres Probolinggo, sekaligus kakak ipar korban.
Pembunuhan diduga dilakukan bersama tersangka kedua bernama Suyitno. Keduanya kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.***














