banner 728x90
Daerah

PMII Probolinggo Gelar Muspimcab, Perkuat Strategi Organisasi yang Responsif dan Solutif

×

PMII Probolinggo Gelar Muspimcab, Perkuat Strategi Organisasi yang Responsif dan Solutif

Sebarkan artikel ini
PC PMII Probolinggo menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab).

PROBOLINGGO,- PC PMII Probolinggo menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) bertajuk “Konsolidasi Gagasan Penguatan Strategi untuk Membangun PMII Probolinggo yang Responsif dan Solutif” di Villa Saka 9 Nurul Qodim, Sabtu (27/12/25).

Kegiatan tersebut, dihadiri Mabincab PMII Probolinggo, Abu Amar, Ketua Umum PC PMII Probolinggo, Dedi Bayuangga, Ketua Kopri PC PMII Probolinggo, Arina Rosada Nuriyah M., Ketua PC NU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakim Noer, pengurus IKA PMII Probolinggo Ali Wafa, serta seluruh kader PMII se-Probolinggo.

Ketua Umum PC PMII Probolinggo, Dedi Bayuangga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muspimcab dilaksanakan sebagai bentuk respons atas kekhawatiran estafet kaderisasi dari generasi ke generasi.

“PMII Probolinggo harus tetap eksis dan semakin aktif dalam mengambil peran sosial,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakim Noer, menegaskan pentingnya sinergi antara PMII dan NU demi kemaslahatan umat. Ia menekankan bahwa PMII lahir dari rahim NU, sehingga nilai ke-NU-an harus terus dijaga dan diperkuat.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UPM Probolinggo Kenalkan Aplikasi Belajar Bahasa Jawa kepada Siswa SD

“Dzikir, fikir, dan amal sholeh harus menjadi nilai dasar yang terus dirawat. Semangat intelektual dan keagamaan harus berjalan seimbang,” ucapnya.

Mabincab PMII Probolinggo, Abu Amar, menjelaskan bahwa Muspimcab memiliki makna strategis sebagai forum untuk memperjelas arah gerak organisasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja kepengurusan.

“Muspimcab harus membahas persoalan sesuai dengan perkembangan zaman. Dinamika hari ini tentu berbeda dengan masa lalu,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus IKA PMII Probolinggo, Ali Wafa, mendorong kader PMII untuk memperkuat budaya membaca dan menulis secara kritis.

“Kader PMII perlu memiliki cara pandang global dengan tetap berpijak pada realitas lokal. Kader PMII harus berangkat dari kegelisahan terhadap problem-problem yang terjadi di Probolinggo,” tutupnya.***