PROBOLINGGO,- Resepsi malam puncak Haflatul Imtihan ke-94 Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong berlangsung khidmat dan penuh makna, Senin malam (2/2/2026).
Ribuan alumni, santri, simpatisan, serta masyarakat memadati area pesantren untuk mengikuti rangkaian acara tahunan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan pesan motivasi kepada para santri agar tidak pernah minder dengan identitas kesantriannya. Menurutnya, peran santri sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Jangan pernah minder untuk menjadi santri. Bangsa ini berdiri karena santri, dan negeri ini kuat karena doa para santri,” ujar Gus Haris sapaan akrabnya di hadapan para hadirin.
Ia juga berpesan kepada para santri untuk selalu belajar tentang kesabaran dan proses dalam meraih cita-cita. Gus Haris meyakini, dengan kesungguhan dan doa, hasil besar akan datang pada waktunya.
“Belajarlah sabar dan proses. Insyaallah hasil besar akan menanti kalian semua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Haris menegaskan bahwa santri memiliki peluang yang sama untuk menjadi apa pun di masa depan, baik di bidang profesi, ekonomi, maupun kepemimpinan. Namun, ia mengingatkan agar jati diri sebagai santri tetap dijaga.
“Kalian boleh jadi apa pun. Santri boleh jadi dokter, santri boleh jadi pengusaha, santri boleh jadi politisi, santri juga boleh jadi kiai. Tapi tetaplah ingat, kalian adalah seorang santri,” pesannya.
Acara Haflatul Imtihan ke-94 ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Moh. Hasan Mutawakil Alallah, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah lainnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri dan alumni untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.***














