banner 728x90
News

Pemprov Jatim Tambah Armada Trans Jatim Luxury pada 2026

×

Pemprov Jatim Tambah Armada Trans Jatim Luxury pada 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono./ Foto: Istimewa

SURABAYA,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dishub akan menambah armada Trans Jatim Luxury pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan transportasi publik di tengah keterbatasan anggaran.

Saat ini, Trans Jatim Luxury telah mengoperasikan 16 armada. Pada tahun ini, Dishub Jatim berencana menambah delapan unit baru untuk mendukung operasional layanan premium tersebut.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono, mengatakan pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk operasional Trans Jatim. Namun, keterbatasan anggaran membuat Dishub menerapkan skema subsidi silang.

“Karena tarif Trans Jatim reguler disubsidi, maka kami menerapkan subsidi silang melalui layanan Trans Jatim Luxury agar layanan bisa menjangkau pelosok Jawa Timur,” ujar Nyono, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, tarif Trans Jatim Luxury ditetapkan sebesar Rp30.000 untuk semua jarak. Sementara itu, layanan Trans Jatim reguler tetap bertarif Rp5.000 per perjalanan.

Baca Juga:  Ayah Artis Cilik Farel Prayoga, Joko Suyoto, Jadi Tersangka Kasus Judi Online

Menurut Nyono, meski bertarif lebih tinggi, layanan luxury tetap diminati karena menyasar penumpang kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan.

“Untuk layanan luxury, jaminannya jelas kenyamanan. Semua penumpang mendapatkan tempat duduk dan tidak ada penumpang berdiri,” tegasnya.

Dishub Jatim juga menargetkan pemerataan layanan Trans Jatim melalui penambahan sejumlah koridor baru di berbagai wilayah Jawa Timur.

“Tiga koridor akan dibuka di kawasan Gerbangkertosusila, dua koridor di Malang Raya, serta masing-masing satu koridor di Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro,” jelas Nyono.

Ia menegaskan, strategi ini memungkinkan perluasan layanan meski anggaran relatif tetap. “Intinya, koridor yang sudah mapan bisa dimandirikan melalui layanan non-subsidi, sehingga jangkauan Trans Jatim bisa jauh lebih luas,” pungkasnya.***