PROBOLINGGO,- Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan lingkungan hidup, khususnya penanganan sampah yang menjadi perhatian masyarakat.
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, bersama jajaran DPRD Kabupaten Probolinggo melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Rombongan DPRD yang turut mendampingi terdiri dari Ketua Komisi III Mochammad Alfatih, serta anggota Komisi I Muchlis, dan Rendra Hadi Kusuma. Mereka diterima langsung oleh Sekretaris Utama KLHK beserta sejumlah direktur jenderal yang menangani bidang tata kelola sampah dan kebijakan lingkungan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog penting dalam mencari solusi konkret terhadap meningkatnya persoalan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Masalah sampah ini bukan hanya persoalan Probolinggo, tapi juga tantangan nasional. Kami ingin mencari pola kolaboratif yang bisa diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Wabup Fahmi.
Ia menegaskan, Pemkab Probolinggo memerlukan dukungan teknis dan pendampingan dari KLHK agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi, mulai dari tata kelola tempat pembuangan hingga pengembangan program berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Mochammad Alfatih menilai, penanganan sampah harus dimulai dari hulu ke hilir tidak hanya mengandalkan fasilitas, tapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah tangga.
“Edukasi masyarakat sama pentingnya dengan perbaikan fasilitas TPA dan layanan kebersihan. Semua harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Anggota DPRD lainnya, Muchlis dan Rendra Hadi Kusuma, turut menyoroti perlunya penguatan regulasi dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan sampah di daerah.
Pihak KLHK menyambut baik inisiatif Pemkab Probolinggo tersebut. Sestama KLHK menyampaikan bahwa kementerian siap memfasilitasi kolaborasi lanjutan melalui program pendampingan teknis, serta membuka peluang integrasi program nasional pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pengelolaan lingkungan hidup serta mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang lebih bersih dan berkelanjutan.***















