PROBOLINGGO,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-I sebagai forum konsolidasi dan perencanaan strategis organisasi.
Muskercab ke-I dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Villa Unsana, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus cabang, MWC, lembaga, dan badan otonom NU.
Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidul Hakiem Noer, menegaskan bahwa Muskercab menjadi ruang penting penyatuan visi organisasi. Menurutnya, forum ini memastikan gerak jam’iyah berjalan terarah dan berkelanjutan.
“Muskercab ini bukan agenda seremonial, tetapi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan PCNU Kraksaan ke depan,” tegas KH. Chafidul Hakiem Noer.
Ia menjelaskan bahwa seluruh materi Muskercab telah disiapkan secara matang. Penyusunan dilakukan melalui rapat komisi, kajian internal, dan pemetaan isu strategis umat.
“Semua materi sudah dirumuskan jauh hari agar program kerja yang dihasilkan benar-benar terukur dan sesuai kebutuhan umat,” ujarnya.
Perumusan draft Musker dilakukan oleh tim perumus yang diketuai Sekretaris Jenderal PCNU Kraksaan, Dr. Ahmad Fawaid. Proses penyusunan mengacu pada kebijakan struktural NU.
“Draft Musker kami susun dengan merujuk Renstra PBNU dan PWNU agar kebijakan cabang tetap selaras dengan arah organisasi secara nasional dan regional,” kata Ahmad Fawaid.
Ia menambahkan, hasil Konferensi Cabang PCNU Kraksaan juga menjadi rujukan utama. Hal ini untuk menjaga kesinambungan mandat organisasi.
Selain itu, PCNU Kraksaan juga menyelaraskan program dengan RPJMD Kabupaten Probolinggo 2025–2030. Langkah ini dinilai penting agar NU berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin NU hadir bersama pemerintah daerah, tanpa kehilangan jati diri dan nilai ke-NU-an,” tambahnya.
Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kraksaan, KH. Abdul Wasik Hannan, menekankan pentingnya penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah dan kaderisasi.
“Kaderisasi yang terstruktur dan berkelanjutan adalah kunci agar NU tetap kuat dan responsif terhadap perkembangan zaman,” tutur KH. Abdul Wasik Hannan.
Hasil Muskercab ke-I ini akan menjadi dasar penyusunan Renstra PCNU Kraksaan 2025–2030. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman kebijakan organisasi lima tahun ke depan.***















