banner 728x90
Nasional

PBB Siapkan Investigasi Forensik Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon

×

PBB Siapkan Investigasi Forensik Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Sebarkan artikel ini
PBB bergerak cepat menyiapkan investigasi forensik atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon./ Foto: TNI AD

JAKARTA,- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bergerak cepat menyiapkan investigasi forensik atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Lebanon.

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap fakta di balik serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 di wilayah operasi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyebut proses penyelidikan menjadi perhatian serius pimpinan PBB.

Namun, ia menegaskan aspek keselamatan tim investigasi tetap menjadi prioritas utama mengingat lokasi berada di zona konflik aktif.

“Investigasi diupayakan secepat mungkin, tetapi keselamatan personel tetap yang utama,” ujar Dujarric dalam konferensi pers di New York, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Ia menambahkan, diperlukan koordinasi dekonflik agar tim forensik dapat mengakses lokasi tanpa risiko tambahan.

PBB juga menekankan bahwa proses pengungkapan fakta tidak boleh justru membahayakan para penyelidik di lapangan.

Sementara itu, Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan komitmen untuk mempercepat investigasi.

Langkah ini diharapkan dapat meredam spekulasi terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dari pihak Indonesia, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, telah meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Permintaan itu disampaikan menyusul gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL.

Sugiono juga telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada 30 Maret 2026.

Dalam komunikasi tersebut, Indonesia menyampaikan protes sekaligus desakan resmi terkait perlindungan pasukan penjaga perdamaian.

Indonesia menegaskan, keamanan personel misi perdamaian merupakan mandat internasional yang tidak bisa ditawar.

Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026 di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon. Dalam kejadian itu, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri.

Tiga prajurit lainnya mengalami luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Sehari berselang, serangan kembali terjadi pada 30 Maret 2026 di dekat Bani Hayyan. Serangan tersebut menyasar konvoi logistik UNIFIL dan menewaskan dua prajurit TNI lainnya.

Total tiga prajurit TNI dipastikan gugur dalam rangka menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.***