PROBOLINGGO,- Sebagai bentuk respons cepat pascabanjir, BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Provinsi Jawa Timur turun langsung melakukan kerja bakti pembersihan di Pondok Pesantren Nurut Taufik, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas.
Kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan material lumpur serta penyedotan sisa genangan air yang masih tersisa di sejumlah area pondok pesantren. Kondisi ini sebelumnya sempat menghambat aktivitas para santri.
Kegiatan dilakukan sebagai tindak lanjut banjir yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (17/1/2026). Luapan air meninggalkan lumpur cukup tebal di lingkungan pondok.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyampaikan bahwa langkah cepat dilakukan agar kegiatan belajar dan aktivitas santri dapat segera berjalan normal kembali.
“Kami bergerak cepat melakukan pembersihan material lumpur dan penyedotan sisa air agar aktivitas di Pondok Pesantren Nurut Taufik bisa segera kembali normal. Ini merupakan bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat pasca bencana,” kata Oemar.
Ia menambahkan, penanganan bencana tidak hanya dilakukan saat kejadian berlangsung. Tahap pemulihan lingkungan menjadi bagian penting agar dampak banjir tidak berkepanjangan.
“Upaya pasca banjir tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga pemulihan lingkungan agar masyarakat tidak merasakan dampak secara terus-menerus,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo juga didukung oleh BPBD Provinsi Jawa Timur serta Lazismu. Kolaborasi antarinstansi dinilai sangat membantu percepatan penanganan di lapangan.
“Kami mengapresiasi dukungan BPBD Jawa Timur dan Lazismu. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan dalam penanganan pasca bencana,” ungkapnya.
Oemar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan personel di wilayah rawan bencana.***















