PROBOLINGGO,- Dini Rahmania kembali menggelar aksi belanja bersama di pasar tradisional. Kali ini kegiatan dipusatkan di Pasar Dringu, Rabu (5/3/2026). Peserta melibatkan lintas generasi, termasuk Gen-Z dan para kader partai.
Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo itu tampak berbaur dengan pedagang. Ia menyapa pembeli satu per satu. Kehadirannya membuat suasana pasar lebih hidup.
Sehari sebelumnya, aksi serupa digelar di pasar Maron pada Selasa (4/3/2026). Warga Probolinggo bagian timur ikut meramaikan. Mulai dari bapak-bapak, emak-emak hingga para mama muda turun langsung berbelanja.
Dini menyebut gerakan ini sebagai langkah konkret menguatkan ekonomi rakyat. Ia ingin pasar tradisional kembali menjadi pilihan utama. Menurutnya, perputaran uang harus tetap terjaga di tingkat pedagang kecil.
“Saya ingin menggerakkan kembali ekonomi masyarakat. Jangan sampai pasar hanya identik dengan kalangan tertentu. Semua generasi harus ikut belanja di pasar,” ujarnya.
Ia juga menilai kelengkapan barang di pasar tidak kalah dari toko modern. Kebutuhan pokok hingga sandang tersedia. Harganya pun relatif terjangkau.
“Di pasar semuanya ada. Tidak perlu selalu ke pusat perbelanjaan besar. Baju ada, bumbu dapur lengkap, dan lainnya,” katanya.

Ke depan, kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin. Pihaknya menyiapkan momen khusus untuk belanja bersama. Harapannya, semakin banyak warga terlibat.
Saat ditanyakan oleh awak media terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Dini mengaku masih mempelajari detail konsepnya. Ia membuka peluang dukungan jika program tersebut sudah berjalan optimal.
“Kalau nanti sudah running, tidak ada salahnya kita ajak semua warga untuk belanja di KDMP,” tuturnya.
Suasana pun terlihat lebih semarak dari biasanya. Salah satu pedagang ikan di pasar tersebut ada yang berseloroh dengan logat khas Probolinggoan.
“Duh… cek ramene soro pasar. Ayok, mbak-embak, borong jualannya saya,” ucapnya sambil ketawa di kerumunan rombongan Dini.
Aksi ini diharapkan memperkuat ekonomi kerakyatan. Pendapatan pedagang meningkat. Generasi muda pun makin akrab dengan pasar tradisional.***














