BILINGGODOTCO,- Ibadah puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam yang telah baligh dan mampu menjalankannya. Selain menahan diri dari makan dan minum, niat menjadi rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan.
Para ulama menegaskan, niat puasa dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang dirujuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jami‘i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Niat ini sesuai dengan pendapat Mazhab Maliki yang memperbolehkan satu kali niat untuk sebulan penuh, selama tidak terputus oleh hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Sebagian besar ulama menganjurkan memperbarui niat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.
Dengan memahami bacaan niat yang benar, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk. Semoga ibadah kita diterima dan membawa keberkahan.***













