JAKARTA,- Penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mendapat apresiasi dari Komisi V DPR RI. Layanan transportasi nasional dinilai berjalan aman, selamat, dan lancar meski di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil evaluasi tersebut dalam rapat kerja bersama DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (20/1/2026).
“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan selamat,” ujar Menhub.
Menurut Dudy, pelaksanaan angkutan Nataru merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berfokus memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi nasional.
“Penyelenggaraan Nataru ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi nasional,” katanya.
Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah daerah serta operator transportasi turut dilibatkan dalam setiap tahapan penyelenggaraan.
Menhub menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak. Peran petugas transportasi di lapangan disebut sangat menentukan.
“Apresiasi DPR RI kami maknai sebagai pengakuan atas dedikasi para petugas transportasi yang bekerja tanpa henti selama masa libur panjang,” ujar Dudy.
Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD), sekitar 110,43 juta orang melakukan perjalanan selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka ini meningkat 16,65 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya.
“Lonjakan pergerakan masyarakat menjadi tantangan besar, namun dapat kami kendalikan melalui posko terpadu dan pemantauan di simpul-simpul transportasi,” jelasnya.
Pemerintah menyiagakan ratusan simpul transportasi, mulai dari terminal, stasiun, bandara, hingga pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan dan cuaca ekstrem.
Dari sisi keterjangkauan, pemerintah menerapkan diskon tarif angkutan umum. Harga tiket pesawat domestik tercatat turun hingga 19 persen, bahkan mencapai 24 persen pada sejumlah rute.
Selain itu, program mudik gratis dimanfaatkan puluhan ribu masyarakat. Program ini dinilai membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama.
Capaian positif juga tercermin dari Survei Indeks Kepuasan Masyarakat oleh Pustral UGM. Nilai IKM tercatat 87,43 dengan kategori sangat puas.
Meski mendapat apresiasi, Menhub mengakui masih terdapat catatan evaluasi. Penguatan mitigasi cuaca ekstrem dan peningkatan keselamatan di titik rawan kecelakaan menjadi perhatian.
“Evaluasi dan masukan dari DPR RI akan menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi pada angkutan Lebaran dan libur panjang berikutnya,” tegas Menhub.***
bolinggodotco merupakan media online yang menyajikan konten edukatif dan informatif.















