PROBOLINGGO,- Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menggelar reses di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Ia bertemu tokoh masyarakat, ulama, pemuda, hingga pelaku ekonomi setempat.
Dalam forum tersebut, Misbakhun menegaskan pentingnya reses sebagai bentuk pertanggungjawaban politik. Menurutnya, wakil rakyat wajib kembali ke dapil untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Reses ini adalah tanggung jawab saya kepada masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami bawa ke DPR untuk dibahas bersama pemerintah,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Sebagai kader , ia menekankan komitmen partainya dalam mengawal pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden . Golkar, kata dia, memiliki peran strategis dalam memastikan program pemerintah berjalan efektif.
Salah satu program yang disosialisasikan ialah (MBG). Ia menyebut program tersebut sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
“MBG bukan hanya soal makan hari ini. Ini tentang menyiapkan generasi sehat dan berdaya saing 20 hingga 30 tahun ke depan,” tegasnya.
Misbakhun juga menepis anggapan bahwa MBG akan mengurangi anggaran pendidikan. Pemerintah, katanya, tetap menjaga alokasi 20 persen APBN untuk sektor pendidikan.
Ia mengakui pelaksanaan program baru tentu menghadapi tantangan. Namun kritik diminta tetap konstruktif agar tujuan utama tidak terdistorsi.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi dukungan masyarakat Probolinggo kepada Golkar. Menurutnya, kedekatan dengan pesantren dan ulama menjadi kekuatan politik yang tak terpisahkan.
“Golkar bisa besar karena dukungan masyarakat dan para kiai. Kebijakan harus lahir dari pemahaman terhadap sosiologi daerah,” katanya.
Menutup kegiatan, Misbakhun memastikan ruang dialog akan terus dibuka. Ia berharap sinergi pusat dan daerah semakin kuat demi pembangunan yang inklusif.***














