banner 728x90
Daerah

Merasa Asing di Sekolah, Pelajar di Probolinggo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Rumah

×

Merasa Asing di Sekolah, Pelajar di Probolinggo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Rumah

Sebarkan artikel ini
Rumah Korban AFA (16), Warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO,- Warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo digegerkan dengan penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (7/1/2026) siang.

Korban diketahui berinisial AFA (16), seorang siswa SMAN 4 Kota Probolinggo. Ia ditemukan dalam kondisi gantung diri di rumahnya yang berada di Gang Pelita, Jalan KH Hasan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir terlihat mondar-mandir di dalam rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang terlihat oleh keluarga.

Sekitar pukul 12.10 WIB, Ketua RT setempat, Winarti, melaporkan temuan tersebut kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak kelurahan, serta warga sekitar. Laporan segera ditindaklanjuti oleh aparat.

Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan staf kelurahan tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka langsung berkoordinasi dengan Polsubsektor Kanigaran dan Tim Inafis Polresta Probolinggo.

Tim Inafis Polresta Probolinggo datang ke lokasi pada pukul 13.10 WIB. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban.

Baca Juga:  Peningkatan Kompetensi Anggota LKK Kelurahan Mayangan Melalui Pembinaan

Sekitar pukul 13.40 WIB, jenazah dibawa menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Probolinggo menuju RSUD dr. Moh Saleh untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zainal Arifin, menyatakan korban diduga meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

“Pemeriksaan luar jenazah telah dilakukan di RSUD dr. Moh Saleh. Motif masih dalam penyelidikan dan kami akan memeriksa saksi-saksi,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami tekanan psikologis karena merasa minder dan kurang mendapatkan dukungan dari teman-temannya di sekolah.

Polisi memperkirakan korban meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan, yakni sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ini, kasus sepenuhnya ditangani Polresta Probolinggo Kota untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.***