JAKARTA,- KPK memastikan pelaksanaan Hari Raya Idulfitri di rumah tahanan berjalan aman dan tertib. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi tanpa mengurangi pengawasan.
Selama libur Lebaran sejak 21 Maret 2026, tercatat 265 keluarga mendaftar untuk kunjungan. Dari total 81 tahanan, sebanyak 73 orang menerima kunjungan langsung, sementara empat lainnya dikunjungi secara daring.
Kepala Rutan KPK, Togi Robson Sirait, mengatakan lonjakan pengunjung sudah diantisipasi. “Kami menambah meja pendaftaran agar antrean tidak menumpuk,” ujarnya.
Ia menegaskan, layanan tetap berjalan lancar meski jumlah pengunjung meningkat. Pengaturan alur kunjungan dibuat lebih efisien untuk kenyamanan bersama.
Meski dalam suasana Lebaran, prosedur keamanan tidak dilonggarkan. Setiap pengunjung tetap menjalani pemeriksaan ketat, baik fisik maupun barang bawaan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Id berjamaah. Setelah itu dilanjutkan penitipan makanan dan sesi kunjungan keluarga sesuai jadwal.
“Momentum ini penting untuk memperkuat nilai keagamaan dan menjadi ruang introspeksi bagi para tahanan,” kata Budi.
KPK juga mewaspadai potensi pelanggaran di momen hari raya. Tradisi pemberian bingkisan dinilai berisiko menjadi celah praktik gratifikasi.
Karena itu, seluruh petugas diarahkan menolak segala bentuk pemberian. Pengawasan berlapis diterapkan untuk menjaga integritas.
KPK turut mengapresiasi kepatuhan keluarga tahanan selama kunjungan. Aturan jam besuk dan pembatasan barang dinilai berjalan baik.
Saat ini, rutan KPK menampung 81 tahanan di dua lokasi. Sebanyak 41 orang berada di Gedung Merah Putih dan 40 lainnya di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi.***














