PROBOLINGGO,- Hujan deras disertai luapan banjir kembali menerjang Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu 21 Januari 2026 sore.
Dalam sepekan terakhir, genangan air tercatat sudah dua kali merendam permukiman warga, terutama di Dusun Sumber Banger, dan menimbulkan kecemasan masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ turun langsung ke lokasi terdampak. Ia ingin memastikan kondisi lapangan sekaligus mendengar keluhan warga secara langsung.
Menurut Fahmi, pendangkalan sungai menjadi faktor utama penyebab banjir. Sungai yang dahulu mampu menampung debit air besar kini tidak lagi optimal, sehingga mudah meluap saat hujan deras.
“Aliran sungainya sudah dangkal. Dulu cukup dalam, sekarang tidak mampu menahan air,” ujar Fahmi, Kamis (22/1/2026).
Selain itu, Fahmi juga menemukan adanya pemanfaatan sempadan sungai yang tidak sesuai aturan. Padahal, area tersebut seharusnya steril dari aktivitas apa pun.
“Seharusnya ada jarak sekitar dua meter dari bibir sungai yang tidak boleh ditanami atau digunakan,” tegasnya.
Sementara itu, warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai. Sahari, salah satu warga, menilai langkah tersebut menjadi solusi paling mendesak agar banjir tidak terus berulang.
“Yang paling kami harapkan adalah normalisasi sungai. Itu keluhan utama warga,” kata Sahari.
Warga berharap, dengan perhatian langsung dari pemerintah daerah dan langkah konkret di lapangan, banjir di Desa Opo-opo bisa segera teratasi dan tidak lagi menghantui setiap musim hujan.***















