SERANG,- Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Banten menggelar diskusi interaktif sekaligus bedah buku di Kedai Toean Han, Kota Serang, Kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Menghapus Sekat Patriarki: Sinergitas Akademik, Aktivis dan Media dalam Memasifkan Gerakan Perempuan”. Forum tersebut mempertemukan aktivis perempuan dari Banten dan Yogyakarta.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam diskusi ini. Di antaranya Ketua KOPRI PMII DIY 2024-2025 Safira Ahda Fadlina, akademisi Yoma Hotima M.Pd., serta pegiat media sosial Regen Abdul Aris S.E. Diskusi dipandu oleh Ayu Lestari.
Ketua PKC PMII Banten, Wina Setiawati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai forum intelektual semacam ini penting bagi kader PMII.
Menurutnya, PMII tidak boleh hanya hadir dalam dinamika politik. Kader juga harus aktif di ruang akademik dan meninggalkan karya yang bernilai bagi generasi berikutnya.
Sementara itu, Ketua KOPRI PKC PMII Banten, Novi Oktaviani, menegaskan bahwa karya tulis menjadi senjata penting dalam perjuangan kesetaraan gender.
Ia menyebut buku Tumbuh Bergerak sebagai contoh nyata bagaimana gagasan dapat diwariskan melalui tulisan. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga ingatan kolektif perjuangan perempuan.
Ketua KOPRI PMII DIY, Safira Ahda Fadlina, menyampaikan bahwa kedatangannya ke Banten membawa misi ideologis. Ia ingin memperkuat kesadaran kritis kader perempuan.
Safira menekankan pentingnya perjuangan yang berkelanjutan. Menurutnya, melawan patriarki harus dilakukan secara estafet hingga ketidaksetaraan tidak lagi menjadi isu yang relevan.
Diskusi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara akademisi, aktivis, dan media. Tujuannya, membangun gerakan perempuan yang lebih inklusif dan progresif.***















