JAKARTA,- Pemerintah mulai mendorong peran koperasi desa naik kelas dengan masuk ke sektor produksi bahan bangunan, salah satunya melalui program pembuatan genteng massal.
Menteri Koperasi Ferry Juliantoro memastikan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fokusnya adalah produksi genteng secara massal.
Menurut Ferry, Presiden ingin mendorong perubahan atap rumah warga. Terutama mengganti atap seng yang dinilai kurang ideal.
“Presiden ingin supaya perubahan atap-atap yang dari seng itu bisa diganti jadi genteng. Koperasi-koperasi juga diminta untuk memproduksi genteng-genteng,” ujar Ferry, dikutip Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, produksi genteng menjadi tugas tambahan baru bagi koperasi. Peran koperasi tidak hanya sebatas distribusi, tetapi juga masuk ke sektor produksi.
Ke depan, koperasi akan didorong melakukan inovasi bahan baku. Tujuannya agar produk yang dihasilkan lebih kompetitif.
Ferry menegaskan, genteng yang diproduksi harus memiliki kualitas baik. Selain itu, bobotnya diharapkan lebih ringan dibandingkan genteng konvensional.
“Bisa menjadikan gentengnya menjadi lebih ringan dan lebih bagus. Nanti kita persiapkan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya penggunaan atap seng di berbagai kota. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, awal Februari lalu.
Presiden menilai atap seng kurang ideal bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah. Karena itu, perlu ada solusi yang terjangkau dan berkelanjutan.
Prabowo meyakini proyek produksi genteng tidak akan membebani anggaran negara. Menurutnya, teknologi dan peralatan pabrik genteng relatif terjangkau.
“Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng,” ujar Presiden.
Langkah ini diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai motor ekonomi desa. Sekaligus mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat secara luas.***














