banner 728x90
News

Konflik As-Israel, Jemaah Umrah Asal Jatim belum Bisa Pulang ke Tanah Air

×

Konflik As-Israel, Jemaah Umrah Asal Jatim belum Bisa Pulang ke Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jemaah umrah./ Foto: Istimewa

MALANG,- Sejumlah jemaah umrah asal Jawa Timur belum dapat kembali ke Indonesia. Kepulangan mereka masih terdampak eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Melansir dari laman Kompas.id Pemilik Tombo Ati Tour and Travel Haji dan Umrah Kota Malang, Fakhri Fahreza, membenarkan adanya dampak terhadap perjalanan.

“Kalau dibilang apakah travel terdampak? Pasti terdampak karena serangannya di Timur Tengah. Namun, untuk pesawat penerbangan langsung tanpa transit, misalnya Indonesia-Jeddah atau Jeddah-Indonesia, sejauh ini aman,” ujarnya.

Fakhri mengungkapkan, dari total jemaah yang masih tertahan di Arab Saudi, sebanyak 20 orang berasal dari biro miliknya. Mereka berangkat sebelum konflik memanas.

Ia memastikan komunikasi dengan jemaah tetap berjalan lancar. Pihaknya juga memiliki perwakilan di Arab Saudi untuk membantu kebutuhan di lapangan.

“Komunikasi kami lancar, kita terus update info terkait Timur Tengah. Ada perwakilan kita di sana sehingga bisa membantu jemaah,” katanya.

Menurut Fakhri, hingga kini belum ada arahan teknis khusus dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait penjadwalan ulang. Informasi yang diterima baru sebatas imbauan menunda pendaftaran baru.

Baca Juga:  Mantan Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus Meninggal Dunia

Sementara itu, Muhammad Isro’ dari Alfir Umrah dan Haji menyebut pemerintah Indonesia masih melakukan lobi ke sejumlah negara. Hal itu terkait pembukaan jalur udara alternatif.

“Infonya pemerintah masih melobi beberapa negara. Katanya ada yang bisa dilintasi, tetapi jumlah penerbangannya masih terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi di Arab Saudi relatif aman karena tidak terlibat langsung dalam konflik. Namun, kepastian jadwal penerbangan masih menunggu perkembangan situasi.

“Sejauh ini jemaah selalu berkontak dengan biro perjalanan. Arab Saudi tidak ikut perang, hanya bertetangga. Penerbangan masih menunggu kepastian,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan. Imbauan itu disampaikan mengingat eskalasi konflik yang terus meningkat.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tak menentu dan eskalasinya makin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” tegas Dahnil dalam keterangan pers.

Pemerintah memastikan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Jemaah diminta tetap tenang sambil menunggu kepastian jadwal kepulangan.***