SURABAYA,- Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur periode 2025-2030.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kiai Mutawakkil dalam acara Konsolidasi Organisasi dan Buka Puasa Bersama MUI se-Jawa Timur pada Kamis (12/3/2026) sore.
Dalam pernyataannya, Kiai Mutawakil menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat melanjutkan amanah sebagai Ketua Umum MUI Jatim. Ia mengaku kondisi kesehatan menjadi alasan utama pengunduran dirinya.
“Saya mohon maaf, saya tidak dapat melanjutkan amanah sebagai Ketua Umum karena faktor kesehatan. Sebelum acara ini dimulai, saya telah mengadakan rapat dengan Dewan Pimpinan MUI dan telah disepakati bahwa pengunduran diri saya diterima,” ujar Kiai Mutawakil.
Ia menambahkan, saat ini MUI Jawa Timur akan melakukan konsultasi untuk menentukan sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti Ketua Umum selanjutnya.
Kiai Mutawakil juga berharap dapat kembali fokus mengabdikan diri di lingkungan pesantren serta melanjutkan amanah para sesepuh di Probolinggo. Ia tetap berkomitmen untuk mengabdi kepada umat, meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua MUI.
“Kepada seluruh kiai, para masyayikh, Ketua Umum, Sekretaris Umum serta jajaran pengurus MUI kabupaten/kota se-Jawa Timur, saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan selama ini. Saya juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kesalahan dan kekurangan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kiai Mutawakil sempat menjalani pengobatan di Malaysia terkait kondisi kesehatannya. Berdasarkan saran dokter, ia diminta mengurangi aktivitas dan tidak memikul beban tugas terlebih dahulu agar dapat fokus menjalani masa pemulihan.
Dalam kegiatan tersebut, Kiai Mutawakil juga didampingi oleh Bupati Kabupaten Probolinggo, dr Mohammad Haris. Diketahui, Haris merupakan keponakan dari pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut.
Sebelumnya, Kiai Mutawakil juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur periode 2020-2025 dan kembali terpilih melalui Musda XI pada akhir 2025 untuk memimpin organisasi ulama tersebut pada periode berikutnya.***














