PROBOLINGGO,- Tradisi budaya kembali dirawat melalui gelaran Kerapan Sapeh Sakak. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya lokal.
Kerapan Sapeh Sakak digelar di lapangan Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Masyarakat tampak antusias menyaksikan perlombaan sejak pagi.
Sebanyak 34 peserta turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo.
Tak hanya lomba kerapan sapi, kegiatan ini juga dimeriahkan lomba fotografi. Para pegiat foto dari Kabupaten dan Kota Probolinggo hingga luar daerah ikut meramaikan acara.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menyampaikan bahwa Kerapan Sapeh Sakak memiliki nilai budaya yang kuat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan.
“Acara ini bukan sekadar lomba, tetapi tradisi warisan budaya yang mengingatkan bagaimana para petani tempo dulu membangun kebahagiaan dan optimisme saat menanam padi,” ujarnya.
Ia berharap Kerapan Sapeh Sakak dapat terus digelar secara berkelanjutan. Event ini dinilai mampu mendorong sektor UMKM dan pariwisata daerah.
“Semoga ke depan bisa menjadi tradisi tahunan dan agenda resmi Kabupaten Probolinggo dalam konsep Culture and Sport Tourism yang harus kita jaga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, budaya lokal diharapkan tetap lestari sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.***














