SURABAYA,- Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali ditemukan di Jawa Timur. Hingga akhir Januari 2026, delapan ekor ternak dilaporkan mati akibat wabah tersebut.
Dinas Peternakan Jawa Timur mencatat ratusan ternak terpapar PMK di sejumlah kabupaten. Sebagian masih menjalani perawatan intensif, sementara lainnya mulai menunjukkan tanda pemulihan.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur menyatakan, tingkat kematian ternak akibat PMK masih tergolong rendah. Namun, potensi penularan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kematian ternak memang ada, tetapi persentasenya masih kecil. Yang terpenting sekarang adalah menahan laju penyebaran,” ujarnya, dikutip Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, keterbatasan vaksin menjadi tantangan utama dalam penanganan wabah. Pemprov Jawa Timur saat ini masih menunggu distribusi vaksin PMK dari Kementerian Pertanian.
“Kami sudah mengajukan kebutuhan vaksin ke pusat. Begitu vaksin datang, akan langsung kami distribusikan ke wilayah dengan kasus tertinggi,” jelasnya.
Sambil menunggu vaksin, upaya penanganan dilakukan melalui pengobatan simptomatis dan pembatasan lalu lintas ternak. Pengawasan di kandang dan pasar hewan juga diperketat.
“Kami mengimbau peternak tidak menjual atau memindahkan ternak yang sakit, serta segera melapor jika menemukan gejala PMK,” tegasnya.
Kementerian Pertanian sebelumnya memastikan kesiapan jutaan dosis vaksin PMK. Distribusi akan dilakukan bertahap sesuai kondisi daerah terdampak.***














