SUMENEP,- Aktivis yang tergabung dalam Kaukus Muda Madura berencana menggelar audiensi dengan Inspektorat Kabupaten Sumenep.
Agenda tersebut terkait dugaan korupsi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng.
Ketua Kaukus Muda Madura, Hodaivi, mengatakan audiensi dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/3/2026).
Ia meminta Inspektorat segera melakukan audit terhadap pengelolaan dana BUMDes di desa tersebut. Menurutnya, transparansi perlu dilakukan agar dugaan penyimpangan tidak berlarut-larut.
Hodaivi menilai BUMDes merupakan program penting pemerintah yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat desa, terutama dalam mendukung ketahanan ekonomi warga.
“Anggaran dana BUMDes di Desa Meddelan itu cukup fantastis. Karena itu harus diaudit secara jelas,” ujarnya.
Dugaan penyimpangan tersebut, kata dia, berkaitan dengan pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan yang diduga tidak sesuai dengan pagu anggaran.
Ia menjelaskan, awalnya terdapat 16 ekor kambing yang dibeli melalui program tersebut. Namun satu ekor dilaporkan mati sehingga jumlahnya berkurang.
Belakangan, setelah isu dugaan penyimpangan mencuat ke publik, jumlah kambing disebut kembali bertambah.
“Kami mempertanyakan perubahan itu. Jangan sampai ada upaya menutupi masalah,” kata Hodaivi.
Ia juga menilai jika dugaan tersebut benar terjadi, maka bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga aparat pemerintah di tingkat kecamatan.
Hodaivi mengaku telah melakukan pengecekan harga kambing di pasar hewan. Berdasarkan temuannya, harga kambing ukuran sedang berkisar sekitar Rp1 jutaan per ekor.
Ia menduga pengadaan kambing pada 2025 tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan pada awal 2026 disebut ada pembelian tambahan setelah isu tersebut mulai mencuat.
“Kami berharap Inspektorat turun langsung melakukan audit agar semuanya terang,” pungkasnya.***














