banner 728x90
News

Jeruk Jatim Kuasai Pasar Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Kurangi Ketergantungan Impor

×

Jeruk Jatim Kuasai Pasar Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Kurangi Ketergantungan Impor

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan posisi Jawa Timur sebagai provinsi produsen jeruk terbesar di Indonesia./ Foto: Pemprov Jatim

PASURUAN,- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan posisi Jawa Timur sebagai provinsi produsen jeruk terbesar di Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan impor dengan meningkatkan konsumsi jeruk lokal.

Hal itu disampaikan Khofifah saat mengunjungi sentra jeruk siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Minggu.

“Jeruk Siam di Desa Tutur ini unggul. Buahnya lebat, ukurannya besar, kulitnya berwarna oranye, dan rasanya manis seperti bercampur madu,” ujar Khofifah, dikutip dari Antara Jatim, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap petani jeruk lokal. Sekaligus menegaskan besarnya potensi hortikultura di wilayah pegunungan Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi jeruk Jawa Timur pada triwulan III tahun 2025 mencapai 959.231,31 ton. Angka ini setara dengan 36,22 persen dari total produksi jeruk nasional.

“Produksi jeruk Jawa Timur tertinggi se-Indonesia. Potensi besar ini harus kita jaga bersama dengan memperbanyak konsumsi jeruk lokal,” kata Khofifah, dikutip Antara Jatim.

Baca Juga:  Menkominfo: CEO Microsoft Segera Sambangi Indonesia

Menurutnya, jeruk siam Tutur memiliki kualitas unggul karena ditanam di dataran tinggi sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut sangat ideal untuk pertumbuhan tanaman hortikultura.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap jeruk lokal. Upaya ini dilakukan agar petani memiliki pasar yang berkelanjutan.

“Kami terus mendukung petani jeruk siam agar produknya semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, konsumsi jeruk lokal tidak hanya menyehatkan, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi petani dan daerah.

“Dengan mengonsumsi jeruk lokal, kita ikut menggerakkan ekonomi petani sendiri. Ini bagian dari gerakan cinta produk dalam negeri,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jatim juga berdialog dengan para petani. Pembahasan meliputi tantangan produksi, distribusi, hingga peluang pengembangan nilai tambah komoditas jeruk.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir mendampingi petani, dari peningkatan kualitas produksi hingga penguatan akses pasar,” pungkas Khofifah.***