PROBOLINGGO,- Menjelang bulan suci Ramadhan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) di Kabupaten dan Kota Probolinggo meningkatkan kewaspadaan. Fokus utama diarahkan pada potensi gangguan keamanan.
Salah satu perhatian serius adalah praktik pungutan liar berkedok tunjangan hari raya (THR). Aksi tersebut kerap dikaitkan dengan oknum ormas dan premanisme.
Melansir dari Kompas.com,Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, menegaskan tidak ada toleransi terhadap pungli. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjaga ketertiban.
Upaya pencegahan dilakukan melalui pendekatan preventif. Pembinaan dilakukan bersama lintas sektor, termasuk Polres dan Kodim.
“Harapan kami, tidak terjadi pungutan liar, terutama menjelang Ramadhan,” ujar Hari, Jumat (30/1/2026).
Langkah serupa juga disiapkan Bakesbangpol Kota Probolinggo. Koordinasi antarinstansi menjadi prioritas pengamanan wilayah perkotaan.
Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Sonhadji, menyatakan antisipasi akan diperkuat. Rapat koordinasi lintas sektor segera digelar.
“Kami akan antisipasi potensi aksi premanisme,” tegas Sonhadji.
Sinergi pemerintah daerah, TNI, dan Polri diharapkan menciptakan rasa aman. Masyarakat diminta dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Bakesbangpol juga mengingatkan peran ormas. Aktivitas organisasi diharapkan tetap berjalan positif tanpa melanggar hukum.***














